Wawancara Khusus Rendy Pandugo: Karier, Cinta, dan Sekarang

610

 

Setelah dari Surabaya, istri loe sekarang jadi ibu rumah tangga?

Dulu dia, oh iya akhirnya dari ya di Surabaya, dari BRI dia resign. Dia ikut gue. Trus abis itu sempat berapa lama ya, nganggur di sini tuh akhirnya buka kayak online shop gitu. Usaha sendiri. Bahkan masih jalan sampai detik ini. Trus kayak mungkin ada setahun mungkin hampir setahun gitu sambil nyari kerja. Keterima akhirnya kerja PNS di Kemenpar waktu itu. Sempat jalan 4 tahun. Nah, kebetulan pada saat dia kerja di PNS, gue juga ngamen pada saat itu juga udah lumayan reguler banget jam terbangnya. Dan ketika gue berangkat kerja jam 7 (malam), dia jam setengah 7 baru sampai rumah.

And then kita ngerasa nggak pernah ketemu. Pada saat hari Sabtu – Minggu gue lagi sibuk-sibuknya kerja. Pada saat hari Senin gue libur. Di hari Sabtu – Minggu dia libur, di hari Senin dia kerja. Akhirnya kita putuskan cabut dari PNS demi keutuhan bersama.

 

Selera musik loe dan istri sama nggak?

Ini anehnya. Bini gue bukan pendengar musik sama sekali. Di handphone- nya, even Spotify. Kayaknya terakhir gue save tuh cuma lagu Taylor Swift doang. That’s it, itu doang. Jadi kayak dia tidak menggunakan apa yah, DSP apapun lah. Maksudnya musik tuh di keseharian dia tuh bukan suatu hal yang familiar. Nah, gue. Musik gue emang ke mana-mana. Cuma kita satu sama lain selalu tau bahwa ada musik yang, ada yang aneh. Misalnya kayak ada satu lagu yang, ‘Kok ini lagunya agak aneh ya?’. Gitu. Dan kita satu sama lain udah tau tuh kadarnya. Oh, kadar anehnya tuh begini-begini. Jadi, udah automatically tau gitu. Ya, 19 tahun (bersama). Tapi ada satu yang berbeda, pada saat dia dengerin jazz. OK, dia bisa tutup kuping karena puyeng. Tapi yang heavy ya, literally heavy, jazz heavy yang emang outside semua nadanya dan segala macam. Dia nggak bisa dengerin itu. Nggak nyangkut di otaknya. Sedangkan gue cukup menikmati untuk lagu-lagu yang kayak gitu. Itu sih mungkin kalau perbedaan musik di kita. 

 

Baca juga:  Wawancara Joko in Berlin dan Single Baru ‘Me Time Anthem’

Apakah lagu-lagu yang Rendy ciptakan memang pernah dialami?

Ada yang pernah, ada yang enggak. Kalau yang sekarang, jadi lucunya si EP gue itu tuh semua based on true story. Mulai dari “HOME”, kekangenan gue dengan keluarga gue. “MR. SUN”, complaint- an manusia sama matahari dan sekitarnya. “FAR” itu cerita di mana ada satu pasangan yang memang tidak bisa bareng, tapi lebih memilih untuk ya udah kita nikmatin aja yang ada, dan sampai di “B.Y.L (Before You Left)”, cerita teman gue sendiri yang harus ditinggal sama pasangannya tanpa alasan demi mengejar mimpinya. “SECRET” cerita cintanya Oslo Ibrahim. Jadi, semua itu gue compile dan gue bikin begitu menyenangkannya. Ketika bikin satu lagu dari, based on true story gitu yang kali ini. Jadi hundred percent true story yang kali ini. Ketika yang di album The Journey dulu ya 50% lah true story, 50% gue ngarang indah. Tapi kali ini gue mencoba untuk semua true story semua. 

 

Gimana kolaborasi sama Oslo?

Jadi, lagu itu adalah “The Secret” judulnya. “SECRET” itu salah satu lagu yang udah lama sebenarnya gue bikin nadanya. Cuma gue nggak tau harus cerita apa. Yang gue dapat dari penggalan reff- nya, “Tell me what your secret”. Dan di situ, tapi apa ya gue mau apa yah gitu. Dan akhirnya gue stuck, gue cari-cari cerita yang gue nggak mau nih mengarang indah lagi nih. Pada saat itu gue lagi sering ngobrol sama Oslo. Dan Oslo bilang, iya nih begini begitu begini begitu ceritanya dia lah, tentang nggak bisa move on sama cewek. And then gue coba tulis, barengan sama curating sama Leody Akbar. Akhirnya, kejadian lagunya. Itu ceritanya si Oslo. 

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments