Yogyakarta Istimewa di IDGAF dan Kota Yang Memiliki Lagu Sendiri

424
Jogja Istimewa di IDGAF dan Kota Yang Memiliki Lagu Sendiri

Adalah salah satu bentuk penghargaan paling indah ketika musisi menulis lagu tentang sebuah kota. Entah itu karena tempat tinggalnya, pernah menggoreskan kenangan, atau sekedar mengagungkan kota tersebut. Dan Yogyakarta Istimewa adalah salah satu yang cukup sering dilagukan.

Musisi Indonesia sendiri terbilang rajin menuliskan lagu tentang kotanya. Dari tahun 60an ada Dara Puspita dengan “Soerabaja”, 70an ada “Hallo Bandung!” milik the Rollies, “Arriba Jakarta” milik Igor Tamerlan dan “Yogyakarta” milik KLa Project di 90an. Untuk Yogyakarta sendiri begitu spesial. Karena bahkan ada kompilasi dan singel yang berjudul sama, “Jogja Istimewa” yang ditulis dan dibawakan oleh Jogja Hip Hop Foundation.

Yogyakarta istimewa sendiri adalah kota yang dikenal dengan berbagai grup musiknya dari Sheila on 7, Jikustik hingga yang terkini, Shaggydog, FSTVLST dan Prontaxan. Tiga nama terakhir adalah yang menjadi perwakilan dalam acara IDGAF 2021 di Pophariini.

Selain “Jogja Istimewa” yang dirilis tahun 2000an, berikut adalah kota-kota lain yang mendapatkan penghargaan dari para musisinya dalam bentuk lagu. Dari pop, folk, bahkan rock grunge. Simak 6 kota yang memiliki lagu sendiri pilihan Pophariini.


 

Sore – “Bogor Biru”

Lagu ini diambil dari album kedua Sore, Ports of Lima. Meskipun begitu indah, dari untaian liriknya yang abstrak, kita tidak pernah tahu apa yang mereka maksudkan di dalam liriknya. Yang pasti, “Bogor Biru” adalah sebutan untuk kota Bogor yang diberikan oleh Belanda kala masih menjajah Indonesia

 

Navicula – “Saat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti”

Diambil dari album Earthship di 2018, kuartet beraroma rock kota Seattle ini yang paling tegas mengungkapkan maksudnya dengan judul yang lugas. Karena sesibuk apapun kota yang berstatus destinasi liburan internasional itu, Bali punya hari Nyepi.

 

Mocca – “Bandung”

Dari album ke 4 mereka, Home. “Bandung (Flower City)” merupakan lagu yang bertutur tentang keindahan kota Bandung dari sudut pandang para personilnya dan dalam balutan musik pop Mocca

 

Kunto Aji – “Jakarta Jakarta”

Dari album kedua, Mantra Mantra, lagu yang menghentak ini bercerita tentang perjuangan di kota Jakarta yang keras. Sesuai kotanya, lagunya pun menjadi satu-satunya yang paling keras di album

 

Jogja Hip Hop Foundation – “Jogja Istimewa”

Ditulis oleh sang pentolannya, Marzuki, lagu “Jogja Istimewa” menjelma jadi lagu rakyat. Mulai dari rumah di desa atau tengah kota, juga radio-radio lokal memutar lagu itu sebagai mars penyemangat perjuangan.

 

Silampukau – “Malam Jatuh di Surabaya”

Duo folk yang digawangi oleh Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening ini spesifik membahas  kota kelahirnya di dalam album perdananya Dosa, Kota dan Kenangan (2015). Mulai permasalahan sosial, suasana kota, hingga perempuan penghiburnya.


 

Bicara mengenai Yogyakarta, kalian masih bisa menyaksikan showcase super spesial bertajuk Yogyakarta Istimewa yang hadir di I Don’t Give A Fest. Setelah Shaggydog dan FSTVLST, hari ini (07/04) giliran Prontaxan yang akan memeriahkan showcase ini. Jangan terlewat, mulai pukul 16.00 WIB sore ini melalui Pophariini.com.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments