12 Rahasia Di Balik “Album Minggu Ini” Milik Netral

3855
Ilustrasi: @abkadakab

Album Minggu Ini dari Netral sudah berumur 20 tahun. Album ketiga Netral ini dirilis Januari 1998, lima bulan sebelum meledaknya peristiwa kerusuhan ’98.

Kala itu, Netral, yang sampai sekarang masih mempertahankan formasi bertiganya, masih dengan formasi lama: Bagus Dhanar Dhana (Bagus) pada vokal dan bas, Gabriel Bimo Sulaksono (Bimo) pada drum dan Ricky Dayandani (Miten) pada gitar.

Saya ragu apakah majalah atau media-media musik Indonesia pernah menobatkan album ini ke deretan daftar terbaiknya, namun jika saya boleh bilang dari semua album Netral atau NTRL, Album Minggu Ini adalah satu-satunya album terbaik yang pernah dibuat oleh trio ini. Dan harusnya, ini juga adalah album alternatif rock terbaik tanah air sepanjang masa.

Inilah album di mana puncak kreativitas Netral lagi tinggi-tingginya, mereka tengah berada dalam titik optimalnya. Baik dari sound, aransemen, lirik, sampai sampul dan video musik-nya, semua dieksekusi dengan baik.

Didorong rasa penasaran yang amat sangat, saya pun akhirnya bertanya dengan dua pentolan Netral formasi klasik yang masih tersisa, Bagus dan Bimo.

Dari perbincangan kami bertiga, saya akhirnya berhasil menguak rahasia-rahasia di balik Album Minggu Ini. Mari kita simak bersama. 

Netral circa 90an. Foto: instagram.com/ombags

 

1. Suasana Bagus dalam pembuatan album minggu ini penuh dengan substansi
Bagus: Suasana gue penuh substansi. (Waktu itu) gue nggak peduli mau kayak apa album ini yang penting buat lagu, lirik dan rilis. (Ada) hal-hal yang memabukkan, maklum tahun-tahun segitu lagi kencengnya.

2. Dua dari tiga personil Netral sama sekali tak tahu menahu lirik lagu netral itu tentang apa

Bimo: Lirik dibuat oleh Bagus, makanya liriknya dia doang yang ngerti ngomong apa. Tapi kalau musik, notasi dan aransemen (kami garap), namanya juga nge-jam.

3. Lagu “Dukun Kebo Ijo” berbicara tentang tripping memakai mushroom

Bagus: “Dukun Kebo Ijo” itu perjalanan tripping dengan jamur tahi sapi, setelah lo makan, maka sang dukun akan merubah channel TV lo (dengan) sesuka hatinya.

 

4. “Pucat Pedih Serang”, satu-satunya hit single Netral di album ini memakai isian musik tiup. Alasannya simpel: Karena musik ska tengah naik.  

Bagus: Itu adalah lagu yang isinya ajakan untuk bersenang senang melawan apapun yang membuat diri kami sedih, galau dan kecewa. Kenapa dijadiin hit, waktu itu musik ska sedang naik daun, dan (kita pakai) unsur alat tiup jadi identik dengan ska. Kalau kami memasukan isian alat tiup dengan rasa yang beda, idenya sih dari kami bertiga.

 

Foto: instagram.com/ombags

5. Waktu rekaman Album Minggu Ini berbarengan dengan Ideologi Sikap Otak dari Ahmad Band

Bimo: Album Minggu Ini ’98, rekamannya barengan dengan proyek gue, Ahmad Band. (catatan penulis: Album Ideologi Sikap Otak dirilis Juli 1998, bulan yang sama ketika Bimo hengkang dari Netral dan ia melanjutkan Ahmad Band) 

6. Nama Album Minggu Ini diambil dari acara TVRI era 70-an, Album Minggu Kita

Bimo: Wktu itu gue spontan saja, inget acara musik TVRI 70-an, Album Minggu Kita.

7. Album Minggu Ini direkam dibuat secara live tanpa metronom

Bimo: Semua direkam live, semua drum dan gitar tanpa metronom. Paling dubbing vokal dan lead gitar doang, sama blok ritem, rock ‘n roll banget. Makanya ada lari-lari tempo, tapi yang penting feel-nya udah dapet, ya sud lah.

8. Proses rekaman album ini memakai teknisi orang Jerman

Bimo: Dahulu sound band rock kayak Netral hampir dibilang nggak ada yang punya, soalnya kebetulan gue pake sound engineer temennya si Aksan (Wong Aksan- drummer Dewa19 sekarang Potret), orang Jerman, namanya Wolf (editor – Wolf Arndt). Netral, Romeo, Ahmad Band, doi semua yang menangani take dan mixing, dia jagoannya analog.

 

9. Rekaman Album Minggu Ini berlangsung amat sangat cepat

Bimo: Netral rekaman bikin materi kagak pernah lama. Soalnya nge-jam gitu sih. Rekaman satu shift bisa nyemplung 10 lagu.

10. Video klip “Pucat Sedih Serang” dibuat di Tebet dan jadi satu-satu video musik Netral di album ini karena alasan dana

Bimo: Bikin videoklip di daerah Tebet, yang sutradara Rizal Mantovani. Kenapa video musik yang dibuat ini aja, karena duit promonya terbatas, lagi pula jaman itu memang rusuh, industri pada tiarap semua.

11. Tak pernah ada launching album untuk album ini

Bimo: Karena kerusuhan Mei ’98, album ini tak pernah ada launching, keadaan lagi chaos saat itu.

12. Penjualan Album Minggu Ini tak pernah jelas

Bagus: Sejak pihak label selalu bilang ‘belum nutup produksi’ gue jadi males nanya udah laku berapa kopi.

Foto: instagram.com/ombags

 

____