Album yang Mengubah Hidup: Afgan

211
Afgan / foto: @davianakbar

Afgan tengah sibuk mempersiapkan Konser Amal Afgan yang bakal digelar 24 Februari 2019 besok di M Bloc Live Space, Jakarta Selatan. Di hari ulang tahunnya pada 27 Mei lalu, Pop Hari Ini berkesempatan menemuinya. Menurutnya, konser ini akan jadi salah satu hari bersejarah buat dirinya.

“Gue akan membuktikan bahwa musik bukan sekadar karya. Tapi, juga bisa memberi makna dan membantu sesama,” ujarnya.

Lewat hashtag #KonserAmalAfgan yang bekerjasama dengan @kitabisacom penyanyi yang sempat vakum beberapa waktu lalu ini akan mendonasikan penjualan tiket untuk beasiswa pendidikan anak-anak yang membutuhkan.

Kami bertemu Afgan untuk bertanya lebih jauh soal musik, soal penyanyi favorit juga album yang mengubah hidupnya. Tentang sosok penyanyi yang looked up to dan alasannya, Afgan membeberkan tentang Chrisye, “Karya-karyanya berhasil dari bertahun-tahun yang lalu. Cuma sampai sekarang masih nggak ada habisnya.” ujarnya.

Intinya, Afgan mengagumi Chrisye karena lagu-lagunya masih terus didengar dan catatan perkalanan karier bermusik yang sangat luar biasa. Menurut Afgan tidak semua penyanyi bisa punya umur karier yang panjang.

“He’s whole life didedikasikan untuk musik. Dia sosok yang sangat humble dan sangat appreciative dengan hal-hal kecil dan segala yang ada di sekelilingnya. Itu satu hal yang aku pengin achieve buat diri aku sendiri,” jelas Afgan.

Namun di balik kekagumannya terhadap Chrisye, ternyata Afgan memilih satu album band luar yang ia anggap telah sukses mengubah hidupnya. Apa album itu, mari simak bersama.

Mylo Xyloto – Coldplay

album Mylo Xyloto / dok. coldplay.com

Mylo Xyloto (dieja: maɪloʊ ˈzaɪlətoʊ) adalah album kelima Coldplay, dirilis Oktober 2011. Dalam rekamannya mereka kembali dibantu oleh Brian Eno, produser mereka di album sebelumnya, Viva la Vida or Death and All His Friends.

Mylo Xyloto sendiri adalah sebuah konsep album, sebuah dan opera rock tematik. Album ini bercerita tentang sebuah ‘perang’ melawan sound dan suara oleh sebuah pemerintah yang bigot yang (di album itu) ada di dunia Silencia.

Mylo Xyloto direspon beragam oleh jurnalis dan kritikus. Q Magazine memberikan bintang lima untuk album ini. Sementara SPIN dan Pitchfork memberikan peringkat 7 dari 10. “Seperti Viva La Vida, Mylo Xyloto tergambar dari sebuah palet yang luas membuat 3 album pertama Coldplay ini terdengar lebih aneh,” tulis SPIN.

“Sampai sekarang album Coldplay kesukaan ini gue belum tergantikan. Gue denger terus-terusan waktu itu sempat religiously gue dengerin. Kayak dalam kondisi apapun gue dengerin. Gue selalu ngerasa lifted. Alasannya simpel: strong lyrics, dalam banget liriknya.” kesannya soal album studio kelima Coldplay ini.

“Gue ngerasa sound yang mereka bikin bisa ‘heal your soul’. Makanya, menurut gue mereka jenius banget dan lagu favorit gue ‘Us Against the World’,” tambahnya.

“Mereka mulai bereksperimen secara sound, dan gue ngerasain banget calm-nya pas gue dengerin album ini. Sebelumnya lebih gloomy, lebih agak dark.” tutupnya.

______