Album yang Mengubah Hidup: Nino Kayam

Nov 8, 2020
Album Indonesia Yang Mempengaruhi Nino Kayam

Beberapa hari lalu, Anindyo Baskoro atau Nino Kayam baru saja menyelesaikan rekaman single baru bersama Lyodra tentunya dengan Lale dan Ilman. Single baru Lyodra tersebut dijadwalkan rilis Desember 2020.

Bersama Laleilmanino, serta RAN dan karier solonya. Nino juga kembali terpilih sebagai nominasi untuk AMI Awards ke-23. Nino mempersembahkan berita baik ini untuk almarhum ayahnya yang telah berpulang awal Oktober.

Pop Hari Ini membuka kembali rekaman wawancara Agustus 2020, saat menanyakan pilihan album yang mengubah hidupnya. Tanpa pikir panjang, Nino langsung memilih yang satu ini sebagai album yang mengubah hidupnya:

 

Bintang Lima (2000)

Berbeda dengan pengalaman Sal Priadi yang mendengarkan Bintang Lima ketika masih SD. Nino pertama kali mengenal album yang menjadi debut bagi Once ini saat ia duduk di bangku SMP. 

“Jadi gini, banyak orang yang dengerin lagu-lagu di album Bintang Lima itu biasanya enak dinikmati ketika loe udah ngerti tentang cinta ya. Tapi gue enggak. Cinta gue pada hari itu tuh adalah PlayStation.”

“Gue sama sekali nggak mikirin cinta. Gue nggak pernah punya pacar selama SMP. Tapi gue tau sih bahwa, kayak sebagai lelaki yang mulai tumbuh remaja. Ya, itu salah satu yang mengubah gue untuk bisa jatuh cinta sama orang tuh adalah lagu-lagunya Dewa di Bintang Lima karena gue ngerasa kalau misalnya gue dengerin lagunya. Tapi output- nya gue nggak bisa ngerasain perasaan itu sama orang lain buat apa.”

Nino mendengarkan Bintang Lima bukan CD, namun format kaset. Ia mengenang bagaimana kaset tersebut hampir setahun ada di tape mobilnya, menemani setiap perjalanan. Tepatnya, dari instrumental “Mukadimah” hingga intrumental penutup “1000 Bintang” selalu diputar ketika ia mudik bersama keluarga ke Jawa Tengah. 

“Loe kalau mudik, ya road trip kan. Naik mobil kan. Macet-macetan. Gue ke Kebumen, 8-9 jam. Ya, selama 9 jam lagu Dewa ya muter-muter terus. Cukup intens salah satu yang paling gue dengerin.”

Sebelumnya, Nino tidak pernah mendengarkan karya musik Ahmad Dhani. Ia tidak mengulik hanya tau beberapa lagu saja dari era Ari Lasso. Menurut Nino saat ia mengenal Dewa hari itu ‘Ari Lasso sudah jadi Ari Lasso’. Selang satu tahun Bintang Lima dirilis, Ari Lasso mengeluarkan album Sendiri Dulu (2001).

 

Lagu Favorit, “Risalah Hati”

“Gue kan nggak pernah ngedeketin cewek yah. Jadi tuh relate banget sama lagunya. Kayak ‘aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, meski kau tak cinta kepadaku’. Buat gue yang belum pernah punya apa namanya, pengetahuan gimana cara ngedeketin lawan jenis. Gimana kalau abis naksir tuh harus ngapain sih. Ya, mungkin yang menguatkan si lagu ini karena gue mungkin disihir menurut lagu ini. Kayak ‘loe pasti bisa dapetin apa yang loe mau, asal loe berusaha, dan nunggu sampai waktunya datang’.”

Selain “Risalah Hati”, Nino Kayam menjagokan dua nomor lain dari album Bintang Lima yaitu “Roman Picisan” dan “Dua Sejoli”. 

 

____

 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Makassar Bukan Lagi Hanya Sekadar Daerah

Tulisan kempat Bising Kota kali ini ditulis langsung oleh Brandon Hilton dari Makassar

Portree Saling Menguatkan di Single “Jingga”

Portree mendedikasikan lagu “Jingga” untuk teman dan sahabat yang berada di lingkaran mereka, yang selalu hadir dan terlibat di setiap langkah Portree.