190

Album yang Mengubah Hidup: Teza Sumendra

Jika musik adalah masakan maka setiap orang yang bisa menikmatinya punya evaluasi rasa sendiri-sendiri. Kebanyakan berangkat dari pengalaman rasa di masa lalu, atau yang mereka dengarkan pertama kali.

Tiga belas tahun yang lalu, Teza Sumendra mendapat banyak komentar dari para juri di kontes bernyanyi. Penilaian-penilaian itu tak mengubah pilihannya untuk tetap berada di jalur musik.

Ketertarikan kami dengan sosok dan Teza Sumendra dan perjalanan kariernya membuat kami penasaran ingin mengetahui lebih dalam soal dirinya. Bermula dari fakta bahwa setiap orang mungkin memiliki lagu bahkan album tertentu yang bukan hanya favorit, namun benar-benar mengubah cara dia berpikir tentang musik atau mempengaruhi dalam kehidupan dirinya secara signifikan, sebuah album yang mengubah hidup.

Baca juga:  Bidadari-Bidadari Merdu Bergitar

Di edisi kali ini, PHI mengundang Teza Sumendra untuk menceritakan album yang telah mengubah hidup, sebuah album yang meninggalkan kesan abadi di dalam dirinya.

Mari kita simak bersama.

D’Angelo – Voodoo

Gue pertama kali dengar SMP. Trus kayak kok ni orang bisa ya nyanyi kayak gini? Gue pengin deh bisa nyanyi kayak dia. Punya suara yang soulful kayak dia dengan pembawaan yang ngehek kayak dia karena emang liriknya explicit.

Album pertama yang gue dengar dengan lirik explicit. Sebelumnya gue dengerin Maxwell, cinta-cinta, ballad song.

Pas gue dengerin D’Angelo kayak ini tuh soulful, R&B soul, tapi liriknya sumpah serapah tapi nyanyi. Kayak “fuck you..” tapi enak gitu nadanya.

Baca juga:  16 Pertanyaan: Alyssa Isnan 'Zirah'

Menurut gue, D’Angelo lebih seorang penyanyi/musisi biasa yang berkesan buat gue, dia lebih ngasih gue vision untuk bisa, loe bisa lagi bikin lagu yang explicit tapi loe kemas dengan indah. Kayak loe bisa lagi bikin kata-kata yang apa adanya user fing realness dengan melodi yang indah.

D’Angelo dari liriknya yang real, honest. Cara dia ngomong terserah tapi dinyanyiin, dikasih harmoni, semuanya bisa bikin gue terkesan, sama kaya gue suka di lagu “Untitled (How Does It Feel)”.

 

________