Base Jam – Menuju 30 (Live Version)

Nov 7, 2022

Bicara mengenai album rekaman langsung (atau akrab dengan sebutan album live) di Indonesia, tentu daftarnya bisa panjang. Beberapa pasti langsung teringat di ingatan, beberapa mesti membutuhkan usaha agak lebih untuk mengingatnya.

KLa Project pernah melakukan ini di tahun 1996 silam. Di tahun tersebut, trio Katon, Lilo dan Adi merilis Klakustik, album yang berangkat dari rekaman konser mereka di Gedung Kesenian Jakarta. Setelahnya, KLa Project menghadirkan tiga album live lagi, yakni Karunia Semesta, Passion, Love and Culture hingga Grand Klakustik.

Di tahun 2019, Alexa merayakan satu dekade perjalanan bermusik mereka dengan album live A Decade of Love, Life and Laughter. Setahun setelahnya, bermunculan banyak album live seperti The End of Flying Solo Era dari Pamungkas, Live at M Bloc dari Stars and Rabbit hingga Live in Lapangan Banteng dari Raisa.

Lompat ke tahun 2022, tepatnya bulan Oktober lalu, Base Jam turut serta dalam rombongan tersebut. Momennya spesial, karena mereka merayakan 29 tahun perjalanan dan menuju 30 tahun alias tiga dekade dengan melepas album live berjudul Menuju 30 (Live Version).

Mengutip apa yang disampaikan oleh Fakhri Zakaria di artikel ini tentang live album, “album rekaman langsung (live album) selalu menawarkan sensasi berbeda ketimbang album rekaman studio: improvisasi, spontanitas, hingga interaksi dari semua elemen-elemen pertunjukan.”

Base Jam, dengan album Menuju 30 (Live Version) kurang lebih memenuhi beberapa kriteria sensasi yang disebut di atas. Direkam kala Base Jam melakoni showcase spesial di M Bloc pada bulan Maret silam, tentu nomor-nomor hit macam “Bukan Pujangga”, “Jatuh Cinta” hingga “Bermimpi” mereka sertakan di sana.

Bicara improvisasi, aspek tersebut bisa didengar dengan seksama di nomor “Salah Suka” dan “Takkan Berpaling Cinta”. Sementara nomor paling hit mereka, “Base Jam” juga turut melibatkan suara dari para penonton yang hadir untuk bernyanyi bersama mereka.

Dari segi sound, menyenangkan mendengar nomor-nomor lawas tersebut dinyanyikan kembali dengan versi yang terdengar lebih modern, tentu semua berkat kemajuan teknologi yang jauh berkembang sejak awal nomor-nomor tersebut hadir di zamannya.

Bisa dibilang, selain menjadi perayaan akan sebuah perjalanan yang panjang, album live ini juga bisa menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali musik-musik mereka ke generasi yang lebih muda. Selain itu, Menuju 30 (Live Version) tampak bisa menjadi pengingat bahwa kini Base Jam melakukan perubahan personel di tubuh mereka.

Base Jam, 2022 / Dok. Istimewa

Menuju penghujung 2022, Base Jam kini digawangi oleh Ardi ‘Aris’ Isnandar (gitar), Sigit Wardana (vokal), Ardhini ‘Sita’ Citrasari (bas), Alvin Kurniawan (vokal), Oni Fathoni (gitar), dan Jeane ‘Alsa’ Phialsa (drum).

Sedikit kilas balik, Adon Saptowo, vokalis serta salah satu personel awal Base Jam, mengundurkan diri di tahun 2019. Tahun yang sama, posisinya diisi oleh Sigit yang kembali bersama unit ini setelah sempat pisah jalan beberapa tahun lalu.

Satu poin terakhir yang tentu penting dari kehadiran album live ini adalah nostalgia. Bagi para penggemarnya, Menuju 30 (Live Version) bisa menjadi penebus kerinduan setelah sekian lama serta menengok kembali momen-momen pertama saat mendengarkan materi-materi lawas di album ini.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

“ISKAASHI”, Harmonisasi Semiotika dan Iga Massardi

Mengingat kembali kiprah Semiotika dan Iga Massardi, di tahun 2021 silam mereka merilis sebuah rilisan penuh yang tanggal perilisannya cukup berdekatan.

Marizka Juwita Rilis Single Baru tentang Perpisahan

Setelah bercerita tentang orang yang gampang jatuh cinta di single sebelumnya, kali ini Marizka Juwita mengeluarkan lagu soal perpisahan dengan seseorang.