Derby Days, Kompilasi Indie Rock Indonesia Terkini

Jun 16, 2021

Satu lagi album kompilasi yang semestinya tidak kalian lewatkan dalam waktu dekat ini. Hari Minggu (13/06) lalu, baru saja diumumkan bahwa Anoa Records dan Leeds Records berkolaborasi dengan menghadirkan sebuah album kompilasi bertajuk Derby Days: Indonesian Indie Rock Compilation dalam format kaset pita.

Selaras dengan judulnya, album kompilasi ini merangkum nama-nama dari kancah indie rock di Indonesia saat ini. Total, ada empat belas nama yang hadir di Derby Days. Mereka adalah Skandal, Barefood, Sugarsting, Rrag, Somnyfera, Texpack, Zzuf, Swellow, Much, Arc Yellow, Gascoigne, Sorra, The Inbetweeners, dan Reid Voltus.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Anoa Records (@anoarecords)

Beberapa nama di atas dalam waktu-waktu dekat ini juga baru saja melepas materi terbarunya. Sebut saja Swellow dengan EP debutnya, Karet. Texpack yang menghadirkan maxi-single dalam The Early Serenade, kolaborasi Barefood dengan Vague, hingga Much dan Skandal yang menutup tahun 2020 lalu dengan single terbaru mereka.

Mengenai cerita dibalik hadirnya album kompilasi ini, Peter Walandouw dan Andri Rahadi mewakili Anoa Records mengungkapkan bahwa idenya sudah tercetus cukup lama.

“Sebenarnya sudah terpikir cukup lama, karena Anoa (Records) sebelumnya sudah dua kali merilis kompilasi Indonesian Shoegazer. Kayak 5 tahun lalu kami merilis Holy Noise (Indonesian Shoegazer Compilation), lalu tahun ini merilis yang kedua, dengan title Ocean Blender. Dan kepikir, kenapa nggak sekalian juga kita ngerilisin kompilasi indie rock Indonesia. Karena kalau dilihat tuh, scene indie rock sebenarnya ada, sama halnya dengan scenenya shoegaze di lokal. Jadi perlu nih, kompilasi yang istilahnya bisa merangkum band-bandnya apa saja, untuk didengar oleh orang-orang yang mungkin baru tahu satu atau dua band, dan juga bisa mendengarkan band-band yang lain.”

Lanjutnya, Andri juga bercerita bagaimana Anoa butuh sebuah kolaborasi untuk menggarap Derby Days ini, yang akhirnya melibatkan Leeds Records.

“Dan akhirnya Anoa pikir, ini juga butuh kolaborasi. Karena pemilihan terdekat ya Zaka (Leeds Records), dan dia juga ngerilis band-band indie rock juga, dan akhirnya kita berdua mengkurasi bareng band-bandnya, seperti itu.”

Zaka Sandra dari Leeds Records juga menambahkan cerita seputar Derby Days ini.

“Sebenarnya ide awalnya itu diajakin Peter (Anoa Records) buat bikin kompilasi ini. Kalau nggak salah, dari akhir tahun lalu atau awal tahun ini tapi baru terlaksana bulan-bulan ini. Karena Anoa juga suka bikin kompilasi, terutama shoegaze dan Leeds (Records) juga sering bikin kompilasi, kenapa nggak bikin kompilasi bareng saja. Kebetulan, band-band indie rock lagi menjamur dan bagus-bagus banget. Jadi, momennya pas saja.”

Baik Peter dan Zaka sama-sama mengkurasi nama-nama yang akhirnya masuk dalam album kompilasi ini. Bagaimana keduanya beranggapan bahwa keempat belas nama tersebut bisa mewakili indie rock di Indonesia.

“Soal kurasi, kita berdua (Anoa Records & Leeds Records) sih. Jadi, kita pilih band yang istilahnya benar-benar memiliki karakter indie rock yang kita mau perkenalkan di kompilasi. Ada banyak band indie rock sebenarnya di Indonesia. Akhirnya kami berpikir, bahwa keempat belas band itu bisa mewakili soal indie rock kompilasi itu seperti apa. Jadi nggak kayak, kita juga nggak pernah ngebuka ‘ayo siapa yang mau masuk’. Nggak, ini benar-benar selera kita, subjektivitas dari Leeds dan Anoa, band yang kita suka, yang terasa pas gitu. Tapi bukan ngomongin band-band lain nggak bagus [tertawa]. Untuk saat ini, Derby Days diwakili oleh band-band tersebut”, tutur Peter.

“Dia (Peter) ngasih list ke gue beberapa nama, tapi gue kurasi lagi. Mana yang cocok, mana yang nggak. Soalnya, ada beberapa band yang memang gue take-out. Kalau soal nentuin band-bandnya, kebanyakan dari yang gue dan Peter suka”, tambah Zaka.

Dalam penggarapannya, mereka memakan waktu kurang lebih 5 bulan hingga akhirnya rampung.

“Seinget gue, itu sekitaran 5 bulan. Dari proses brainstorm sama Peter, scouting band, terus nge-filter band yang sudah ada di-list, ngumpulin materi, mixing-mastering, sampai cover jadi, sekitar 4 sampai 5 bulan. Jadi memang dipersiapin banget, tapi nggak serumit itu juga. Jadi kita sejalannya saja”, tutup Zaka.

Sudah bukan hal yang asing lagi bagi Anoa Records dan Leeds Records jika bicara mengenai album kompilasi. Sebelum akhirnya muncul Derby Days, belakangan ini kedua label rekaman tersebut juga baru-baru saja melepas sebuah album kompilasi.

Di penghujung bulan April, Anoa Records melempar Ocean Blender, sebuah album kompilasi yang merangkum potret band-band shoegaze dan dream pop di Indonesia saat ini. Album tersebut adalah lanjutan dari Holy Noise, album kompilasi dengan tema besar yang sama yang dilepas oleh Anoa di tahun 2015 lalu.

Sementara, Leeds Records merayakan kembali aktifnya mereka setelah sempat dikabarkan bubar di tahun 2018 lalu dengan Supersub!, album kompilasi yang menandai perjalanan baru mereka dirilis di bulan Desember lalu. Mulai dari Rollfast, Godplant, hingga Amerta dan Beta Daemon terlibat dalam album kompilasi tersebut.

Pre-order dari Derby Days: Indonesian Indie Rock Compilation ini masih dibuka hingga tanggal 30 Juni mendatang. Juga terdapat sebuah bundle pack yang berisikan kaset dan t-shirt. Kunjungi akun Instagram dari Anoa Records dan Leeds Records untuk info selengkapnya.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Daftar Musisi Indonesia yang Gila Bola

Pophariini mencari dan menemukan musisi Indonesia yang terlihat memang gila bola. Siapa saja? Simak daftar kami kali ini ya. 

6 Band yang Mengawali Karier di Kafe

Kami mengulik beberapa band Indonesia yang memulai perjalanannya dari sebuah kafe. Penasaran dengan daftarnya? Simak yang satu ini ya!