Deretan Rilisan Lagu Khusus Pandemi Dari Para Musisi

202

Mari kita sama-sama menghela napas sejenak. 2020 memang tahun yang berat. Mungkin tidak akan pernah ada yang memprediksi (kecuali Bill Gates mungkin?) bahwa efek dari pandemi ini akan semenyakitkan dan semenyeramkan ini. Tapi sekarang, saatnya lupakan Gates dan berbagai macam teori konspirasi yang sliweran kesana kemari. Kali ini saatnya kita membahas yang ringan-ringan saja.

Andai masih ingat akan awal kemunculan pandemi ini di Indonesia, pandemi tersebut menyebabkan rilisnya beberapa peraturan baru dan imbauan dari pemerintah yang tujuannya selaras, yakni untuk menahan penyebaran dari COVID-19 ini. Dua di antara peraturan dan imbauan itu yakni adalah penangguhan perizinan untuk keramaian, serta anjuran untuk social-distancing dan melakukan self-quarantine.

Jika berbicara mengenai sektor industri musik, tentunya penangguhan perizinan untuk keramaian mengakibatkan banyaknya gelaran musik yang terpaksa ditunda atau bahkan batal. Entah itu di level makro ataupun mikro, semuanya hampir mempunyai nasib sama. 

Dengan terhentinya gelaran-gelaran musik, otomatis pemasukan kas dari para musisi juga ikut terhenti. Belum lagi, ditambah dengan anjuran untuk social-distancing, self-quarantine, dan yang belakangan muncul, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Tidak lama juga setelah bermunculannya tagar #DiRumahAja, banyak musisi yang akhirnya memutuskan untuk memeras otak lebih keras dan akhirnya memunculkan banyak sekali kreasi konten-konten dan aktivasi melalui akun media sosial mereka.

 

Dalam rentang waktu hampir 3 bulan pun, juga hadir beberapa gelaran musik yang digelar secara digital. Nama-nama seperti Pamungkas, Navicula, dan Bonita adalah nama-nama yang terbilang lebih dulu mengadakan gelaran musik digital saat pandemi ini menghantam Indonesia. Hingga kini, di tiap minggunya pun ada saja musisi maupun band yang menggelar gelaran musik digital tersebut, tentu juga dengan konsepnya masing-masing.

Walau berat, namun rupanya pandemi ini tidak menyurutkan semangat dari kawan-kawan musisi untuk tetap berkarya dan tentunya untuk tetap produktif.

Setelah sedikit kilas balik, kali ini bahasan akan bergeser kepada deretan musisi maupun band yang merilis lagu khusus dengan tema yang ‘nyerempet’ mengenai seputar pandemi ini. Mulai dari lagu pengiring cuci tangan yang baik, hingga ungkapan semangat kepada sesama manusia dan para pekerja medis, berikut adalah beberapa diantaranya:

 

The Panturas – “Buku Babi”

Setelah juga sempat membuka donasi yang akan disalurkan kepada para pekerja medis, pertengahan April lalu mereka merilis sebuah lagu yang sepertinya juga membingungkan apakah bisa masuk kedalam kategori sebuah lagu atau tidak. Berjudul “Bulu Babi”, lagu ini hanya berisi alunan instrumental tanpa vokal serta dengan durasi yang super pendek, yakni 20 detik saja! Lagu ini awalnya sudah sempat direkam beberapa tahun lalu dan sempat dipertimbangkan untuk masuk kedalam album “Mabuk Laut”, namun hal tersebut urung terjadi. Mereka juga mengungkapkan bahwa lagu tersebut tidak mengandung pesan apapun yang ingin mereka sampaikan.

Sebagai tambahan, lagu super singkat ini akhirnya juga mereka rilis dengan ‘woro-woro’ agenda untuk menjadi teman cuci tangan sesuai anjuran WHO, yakni 20 detik. Pas dengan durasi si “Bulu Babi”.

Simak video klip dari “Bulu Babi” yang juga sangat singkat di sini: 

 

Heruwa ‘Shaggydog’ – “Dendang Harapan”

Pentolan Shaggydog ini merilis sebuah lagu berjudul “Dendang Harapan” pada april lalu. Dirinya turut mengajak sang istri untuk berkolaborasi pada lagu ini. Sesuai dengan judulnya, “Dendang Harapan”, Heru bercerita bahwa lagu ini berisi serangkaian pengharapan, serta “Berharap terang segera menyeruak dari balik gelap”.