1322

Enam Musisi Ini Garap Album di Masa Pandemi Corona

Musisi
Musisi musisi ini tetap mempersiapkan rekaman musik yang terbarunya meski di tengah pandemi / dok. berbagai sumber

Masa pandemi Corona menjadi hal yang tak terbayangkan sebelumnya bagi siapapun, termasuk band atau musisi yang biasanya menggarap karya musik dengan cara bertatap muka di studio, misalnya.

Selama dua bulan ini, tiap musisi harus membiasakan diri berkomunikasi jarak jauh, hingga melaksanakan rekaman musiknya di rumah personel band masing-masing. Adapula yang mengaku, tantangan dari semua itu mental.

Di artikel ini, kami mengunjungi ‘dapur’ musisi-musisi yang masih aktif menggarap materi album maupun yang tinggal menunggu waktu rilis, seperti  The S.I.G.I.T., White Shoes and The Couples Company, Heals, Moon Gang, Elephant Kinds, Bam Mastro, Dialog Dini Hari, dan Pamungkas. 

Simak jawaban mereka di bawah ini:


 

Rekti Yuwono (The S.I.G.I.T.)

Rekti / dok. pribadi

Lagi garap materi untuk The S.I.G.I.T atau Mooner?

Sekarang sedang mengerjakan materi baru The S.I.G.I.T. Sebetulnya pengumpulan materi lagu sudah dimulai dari tahun 2016-an. Tapi baru tak kunjung menemukan titik puas.

Baca juga:  5 Lagu Indonesia Pilihan Mardial  

Sejauh mana mana proses rekamannya? 

Hingga awal 2020 terkumpul lagu-lagu yang dirasa OK bagi kami dan memulai proses rekaman. Tetapi di tengah-tengah proses rekaman muncul pandemi dan PSBB yang membuat kami terpaksa tidak kumpul di studio. Sementara ini kami mengerjakan dengan apa yang kami punya di rumah masing-masing, dengan komunikasi jarak jauh.

Bakal ada musisi musisi tamu atau hal baru apa yang berbeda di materi kali ini?

Belum ada rencana pasti mengenai musisi tamu sih. Kalau mengenai hal baru, memang hal yang selalu coba kami kedepankan di setiap materi baru.

Tema lagunya sendiri soal apa?

Soal tema sebetulnya agak sulit untuk dikemukakan secara deskriptif. Saya pribadi lebih suka menuangkan tidak terlalu gamblang ke dalam karya dalam bentuk nada dan visual. Biasanya lebih sulit daripada mengungkapkan dengan kata-kata. Tetapi kalau berhasil biasanya bisa terasa oleh yang didengar. Yang pasti temanya sangat berhubungan dengan apa yang sedang dialami saya sendiri dan juga semua orang. Kalau secara musik, kami tidak pernah membatasi diri pada genre. Justru genre kami jadikan sebagai pallete untuk memberi warna pada karya sebagai tools.

Baca juga:  Album yang Mengubah Hidup: Sal Priadi

Ada nggak kendala selama garap musiknya mengingat sikonnya berbeda (di masa pandemi corona)?

Kesulitan utama memang mobilitas dan keterbatasan ruang berkumpul. Komunikasi jarak jauh membuat proses menjadi semakin lambat. Selain juga keterbatasan pribadi dalam mengerjakan rekaman secara mandiri. Di sisi lain, keadaan ini membuat bantuan orang-orang terdekat, seperti kru dan teknisi, semakin berarti.

 

Ricky Virgana (White Shoes and The Couples Company)

White Shoes and The Couples Company / dok. Agung Hartamurti

Proses rekaman sejak 2019. Trus sekarang penggarapan album sudah sampai mana?

Proses pembuatan lagu itu berjalan dari 2018, tapi pertama start masuk studio itu 28 September 2019. Kalo untuk hanya rekamannya saja sudah 90% paling tinggal ada sisa 1 lagu untuk Ale isi guitar dan Mela isi synth, keyboard etc. Lalu ada satu lagu lagi yang vokalnya akan di take ulang. Lainnya untuk mixing/mastering, artwork album dan produksi rilisan fisik yang mungkin akan lama.

Baca juga:  Karya Kreatif Tak Terbatas di Go Ahead Challenge 2018

Di album ini ada musisi tamu atau kolaborasi dengan siapa nggak?

Sejauh ini hanya kita aja kok dari team White Shoes dan ada Doni Yusran yang ikut membantu teknis rekaman juga piano, Adra Karim yang menulis part untuk brass section, juga teman lama kami Sabu Donald yang menulis part strings.