Jujur, Musisi-Musisi Indonesia Kangen Banget Manggung

May 30, 2020
Musisi Indonesia

Dalam beberapa hari terakhir, istilah ‘new normal’ menjadi topik yang hangat dibicarakan di Indonesia, entah itu dalam lingkup keluarga, grup Whatsapp kantor dan grup tongkrongan, hingga cuitan-cuitan yang bersliweran di media sosial dari banyak orang, termasuk musisi.

Jika dirangkum secara singkat, new normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Presiden Jokowi dalam pidatonya beberapa hari lalu juga menyampaikan beberapa poin mengenai new normal ini.

“Saya minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan oleh Kemenkes ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat”, sebagaimana yang dilansir dari Kompas.com.

Lanjutnya, Presiden Jokowi juga menekankan mengenai menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, hingga soal larangan berkerumun. Jika menyimak imbauan untuk menjaga jarak dan larangan berkerumun, hal ini memang sudah berlangsung sejak Maret lalu, dimana saat itu masih gencar-gencarnya dengan slogan social-distancing.

Jika berbicara dari sisi industri musik dan berfokus kepada sebuah pertunjukan musik, kita tahu bersama bahwa industri ini juga menjadi yang ikut terdampak akibat pandemi ini. Seperti mendapat pukulan tanpa ada ancang-ancang untuk bertahan.

Memang, belakangan ini ada beberapa ‘akal-akalan’ untuk tetap bertahan yang dilakukan, seperti bagaimana yang dilakukan musisi asal Denmark, Mads Langer. Pertengahan Mei ini, dirinya menggelar sebuah drive-in concert yang digelar di beberapa kota. Di pertunjukannya di kota ketiga, Aarhu, dikabarkan bahwa tiket terjual hingga 2000 orang di dalam 500 mobil yang ‘parkir’ di depan panggung.

Simak ringkasan drive-in concert dari Mads Langer di tautan ini:

Indonesia pun tampaknya juga akan segera mengikut jejak Mads. Dikabarkan bahwa Berlian Entertainment bersama Mahaka Radio Integra (MARI) dan Mata Elang Productions menginisiasi hal serupa dengan tajuk Drive-In Konser ‘Nonton Seru dari Mobil’. Selengkapnya silahkan kunjungi artikel ini

Namun jika kembali berbicara mengenai ‘normal’ yang lama, dan juga kembali berbicara dari sisi industri musik, banyak diantara penggemar musik yang masih merindukan untuk menyaksikan pertunjukan musik secara live. Pengalaman-pengalaman seperti body-contact, sing-a-long, serta hal-hal lainnya menjadi beberapa faktor untuk mereka yang merindukan ‘normal’ yang lama tersebut. Walaupun belakangan ini banyak digelar pertunjukan musik secara virtual yang juga menjadi ‘akal-akalan’ dan sebagai obat kerinduan sementara selama pandemi ini berlangsung, namun tetap tidak ada yang bisa menggantikan pengalaman yang disuguhkan ketika menyaksikan pertunjukan musik secara live.

Maka, praktik social-distancing di sebuah pertunjukan musik pun terasa mustahil untuk dilakukan. Apa rasanya jika menyaksikan Komunal tanpa adanya moshpit? Atau bagaimana rasanya jika menyaksikan Kahitna membawakan lagu “Cantik” tanpa adanya sing-a-long sahutan “Apaaa?” ketika Hedi Yunus menyanyikan bait lirik dari lagu tersebut sembari menyodorkan mic-nya ke penonton?

Tidak hanya penggemar musik, para musisi pun juga merindukan kegiatan yang setiap minggunya mereka lakukan. Hal ini pun sangat wajar, jika mengingat bahwa hampir tiap minggu selalu saja ada pertunjukan musik dengan penampil yang beragam dan dengan skala yang berbeda-beda, seakan selalu ada saja pilihan di tiap minggunya.

Tadinya, kami berniat untuk bertanya siapa kira-kira musisi yang sudah kangen banget pengin manggung, eh nyatanya tanpa ditanya pun sudah banyak musisi yang mengunggah perasaan kekangenan mereka akan berada di atas panggung ditonton oleh fansnya.

Kami merangkum beberapa musisi yang terlihat merindukan untuk berada di atas panggung.

Grrrl Gang

Grrrl Gang

Grrl Gang gemparkan M Bloc / foto: @grrrlgang (instagram)

Trio fenomenal asal Jogja ini pada 2018 lalu sempat membuat para pelaku di industri musik lokal angkat topi dan bertukar sloki. Oktober 2018 lalu, mereka menggelar tur mandiri bertajuk Not Sad, Not Fulfilled Tour dimana mereka melibas panggung di 18 kota di Indonesia (termasuk Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Bali), melewati Bangkok dan Singapura, hingga menutup perjalanan di kota asal mereka, Yogyakarta. Sebelumnya, mereka juga ikut dalam rombongan Kolibri Rekords ADD AS FWENDZ 2.0 Southeast Asia Tour 2018 yang melintasi 2 kota di Filipina, Singapura dan Malaysia, bersama dengan roster Kolibri lainnya, Bedchamber dan Gizpel.

Sebagai sebuah unit musik yang masih belia namun sudah akrab dengan suka-duka sebuah tur, maka tidak heran jika mereka merindukan kehidupan di jalanan, sebagaimana yang mereka tuangkan dalam beberapa cuitan di akun Twitter mereka.

 

The Panturas

Gitaris/vokalis The Panturas, Acin berselancar di atas penonton

Sama seperti Grrrl Gang yang terbentuk dari sebuah pertemanan di kampus, The Panturas juga merupakan salah satu nama yang saat ini sedang high-rotation di berbagai gelaran musik di Indonesia. Belum lama ini, mereka merilis video klip dari sebuah single tribute buat Mocca, “You and Me Against The World”. Dibalut dengan konsep yang mungkin tidak pernah ada yang memikirkannya, kejutan pamungkas (bukan Bambang atau penyanyi) dari videoklip ini adalah adanya adegan dimana drummer, Surya ‘Kuya’ Fikri beradu pancu dengan sang legenda Roy Marten!

https://www.instagram.com/p/CAZgn6Cn3IC/

Belakangan ini, mereka juga mengungkapkan kerinduannya akan rutinitas menuju panggung melalui postingan di akun Instagram mereka.

 

Stella Gareth (Scaller)

Foto: Irvan Suta

“I Miss Us” itu bukti kangennya setengah dari duo alternative post-rock Scaller ini lewat akun instagramnya. Berbicara mengenai Scaller, mereka sempat mengantongi beberapa gelar prestisius, diantaranya adalah “Rookie Of The Year” oleh Rolling Stone Indonesia dan bahkan album perdana mereka, Senses juga bertengger di posisi ketiga dalam 20 album terbaik tahun 2017 versi Rolling Stone Indonesia. Kapan ya bisa menonton mereka lagi?

https://www.instagram.com/p/B_9gZwUgXHk/

 

Ari Lasso

Erwin Prasetya

Ari Lasso menitikkan air mata / dok. Ari Lasso TV

Sama seperti 3 musisi diatas, eks-vokalis DEWA 19 ini juga turut mengungkapkan rasa rindunya terhadap kegiatan panggungnya. Beberapa hari lalu, mas Alas mengunggah sebuah video dirinya tengah merekam keadaan penonton yang berada di bawah panggung sembari mengarahkan mic-nya kepada penonton untuk turut menyanyikan beberapa bait dari lagu “Hampa”. Video tersebut disertai caption yang terlihat nyambung, yakni “Entah…” dengan disertai tagar #Hampa #EntahKapan #SmuaIni #BisaTerulang #COVID19.

https://www.instagram.com/p/CAf5JJ7gFMN/

 

Yura Yunita

Hampir 4 jam yang lalu, Yura juga mengunggah video di akun Instagram dirinya yang isinya hampir mirip dengan video Ari Lasso. Bedanya, video Yura ini hanya berdurasi singkat, isinya lebih menunjukkan suasana meriah kala dirinya di atas panggung berhadapan dengan para penggemarnya. “Rindu”, tulisnya singkat, tapi ‘dalem’.

https://www.instagram.com/p/CAwkwnABlqu/

Pada akhirnya, new normal nampak akan segera diberlakukan dalam beberapa waktu kedepan. Beberapa pertunjukan musik bahkan juga sudah kembali menetapkan tanggal. Namun, apakah saat ini kita masih bisa menikmati pertunjukan musik dengan ‘rasa’ yang sama seperti saat dulu kala? Apakah saat ini kita bisa ikut turun ke kerumunan penonton tanpa rasa khawatir? Nampaknya kita masih harus bersabar jika berbicara mengenai hal itu.

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] yang pasti selalu ada cerita tersendiri dibaliknya. Tidak hanya kalian wahai para penggemar, musisi pun juga punya […]

Eksplor konten lain Pophariini

Nadin Amizah Tayangkan Ulang Konser Tunggalnya

Selang setahun, Nadin Amizah memutuskan untuk menayangkan ulang konser tunggalnya yang sudah bisa disimak melalui kanal YouTubenya.

Setelah Kaset, Rub of Rub Lempar EP Kedua dalam Format Digital

Juga disampaikan oleh Rub of Rub, bagaimana dalam Fluktuasi ini mereka mencoba untuk melakukan ragam eksperimen di dalamnya.