Ketika Musisi Bersatu di Panggung Indonesia Memanggil

94
Kepalkan tangan: Ananda Badudu

Dua hari menjelang peringatan Sumpah Pemuda, sebuah konser musik yang diberi nama Mendesak Tapi Santuy Vol. #IndonesiaMemanggil berlangsung pada Sabtu (26/10) di Studio Palem, Jakarta. Ratusan pengunjung berpartisipasi lewat registrasi online.

Volume ini dimeriahkan belasan musisi, yaitu WestJamnation, Humanimal, Jason Ranti, Oomleo Berkaraoke, Ananda Badudu, Deugalih, Tashoora, Tuan Tigabelas, Adrian Adioetomo, Bangkutaman, dan Sisir Tanah.

WestJamnation mendapat giliran tampil pertama. Jati cs mempersembahkan potongan lagu nasional “Gugur Bunga” yang diteruskan lagu mereka sendiri berjudul “Sudah Terlambat”. Lagu ini diperuntukkan bagi lima orang yang menjadi korban tewas dalam kericuhan demonstrasi September 2019.

Penampil berikutnya band hardcore asal Bekasi, Humanimal yang mendedikasikan lagu “Impunitas” kepada teman-teman yang setiap Kamis aktif di depan istana. Setelah itu, “Injusticia” lagu tentang waktu adalah sesuatu yang juga bisa dikorupsi.

Dalam siaran pers, Yoane Salim salah satu penggagas mengatakan, acara Vol. #IndonesiaMemanggil ibarat penyemangat bagi para musisi untuk menyalurkan aspirasi kritis terkait berbagai isu nasional terkini yang menyita perhatian publik.

Kesempatan tak disia-siakan Jason Ranti. Beberapa nomor ampuh seperti “Suci Maksimal”, “Sekilas Info”, “Serpihan Lendir Kobra”, “Blues Lendir”, “Anggurman” serta lagu-lagu yang jarang ia bawakan masuk setlist malam itu. Gerombolan Woyo, fans berat Jason Ranti nampak syahdu namun santai menikmati idolanya ber-‘sabda’

Malam itu, selain bermain gitar dan bernyanyi, Ananda Badudu mengepal jemari tangan kirinya untuk membacakan Seruan Reformasi. Malam itu satu dari pentolan duo folk Banda Neira ini memainkan lagu-lagu seperti “Sebagai Kawan”, “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti”, dan “Esok Pasti Jumpa (Kau Keluhkan)”.

Ketika Deugalih mengatakan bahwa kabinet Jokowi terdiri atas dua yaitu militer dan pengusaha. Tashoora memberi penghormatan terhadap siapapun yang berani berbicara. Band asal Jogja ini melantunkan “Agni”.

Panggung semakin memanas lewat celotehan Tuan Tigabelas. Ada pula si jago blues Adrian Adioetomo yang rela turun dari panggung agar lebih mendekat dengan penonton. Bangkutaman bikin santai dengan nomor terbaru bertajuk “Permen Kapas”

Tiba di penghujung acara, Sisir Tanah yang murah senyum memainkan “Lagu Romantis” ditemani salah satu panitia acara bernama Kukis. Sentilan terhadap sikon negara diutarakan lewat “Pidato Retak”.

_____