Kolaborasi Tahun ini: Sepatu Compass x Kelompok Penerbang Roket

1424

Menurut opini dari saya sendiri sebagai penulis, konsumen Indonesia, terutama yang menyukai sneakers memang sudah semestinya lebih banyak lagi belajar soal sneakers game ini. Melihat bagaimana beberapa brand sneakers merk luar yang juga dijual dengan edisi terbatas karena melakukan kolaborasi. Harga resell sepatu itupun bahkan bisa meningkat berkali-kali lipat. 

Compass masih berusaha untuk menangani masalah klasik mereka, yaitu keterbatasan dalam memproduksi jumlah sepatu

Dari kacamata saya sendiri, banyak konsumen yang berkilah bahwa sepatu lokal tidak sepantasnya dihargai dengan harga selangit oleh reseller. Pertanyaannya, memangnya kenapa kalau brand buatan Indonesia dihargai mahal? Apakah harus selalu brand luar yang dihargai mahal? Pertanyaan kedua adalah mengapa yang disalahkan adalah Compass sebagai produsen? Padahal mereka sudah menyediakan sepatu berkualitas. Terkadang masih banyak kritik yang salah alamat yang seharusnya ditujukan kepada reseller tetapi malah berujung ke produsen. Padahal sekali lagi, Compass tidak mendapatkan keuntungan sepeserpun dari para reseller.

Bagaimanapun juga Compass masih tetap berusaha untuk menangani masalah klasik mereka ini, yaitu soal keterbatasan mereka dalam memproduksi jumlah sepatu, “Kita sih udah tahap scaling up, emang ga gampang butuh proses banget. Perlahan namun pasti, kita gamau terburu-buru dengan meninggalkan poin utama kami, kualitas.” Tandas Aji. 

Mereka sudah sempat mengekspansi pabrik sepatu ke Semarang dan menambah SDM. Namun, hasil yang didapat tidak maksimal.

Bagi Aji, harusnya Indonesia tumbuh kompetisi yang sehat. Bukannya yang saling menjatuhkan jika suatu brand sedang terkendala masalah, “Kalau mau berkompetisi, berkompetisi yang sehat. Gimana? Kita berkompetisi secara kreatif, bikin design yang bagus, bikin campaign yang bagus, bikin story yang relevant, pasti seru jadinya kalau semua brand bikin produk yang keren-keren, masyarakat akan banyak pilihan sepatu keren.”

Selain itu para konsumen pun juga harus terlibat aktif untuk ikut mengembangkan industri sepatu ini, bukannya langsung dijatuhkan ketika ada masalah. “Industri Indonesia harus sehat, apalagi persepatuan. Yang bisa protect brand Indonesia ya rakyatnya sendiri, butuh semua komponen untuk bikin movement ini jalan. Jadi ya emng harus bareng-bareng.” Tutup Aji.

 

____