Noni: Dari Gabut Jadi EP

329
Noni. / Dok: Noni.

Kalau kalian memperhatikan, ada sebuah gelombang terbaru dari penyanyi-penyanyi muda yang hadirnya berbarengan. Di antara gelombang tersebut, terselip nama Noni, solois R&B dari Jakarta yang siap untuk mengambil tempat di industri musik lokal saat ini.

Terbilang muda, karena Noni masih menginjak umur di angka 21. Lebih satu tahun dari angka ketika dirinya resmi melepas EP perdananya, BOYISH di bulan November lalu. Lima nomor, terangkum dalam EP tersebut, termasuk single “BOYISH” yang sudah lebih dahulu dirinya lepas di bulan sebelumnya.

Perkenalan pertama kali Pophariini dengan cewek yang punya nama asli Amaranggani ini dimulai di program Irama Kotak Suara. Segenap tarikan vokal, lirik serta kemasan musik yang dibawanya, Noni sangat layak untuk disejajarkan dengan penyanyi muda internasional macam Niki. Dengan segenap diskografi kolaborasinya, kami yakin ia akan meroket dalam waktu yang tak terlalu lama. Pun, kami juga tidak berpikir dua kali untuk menobatkan dirinya menjadi satu dari tiga nama favorit kami dalam Irama Kotak Suara edisi bulan November lalu.

Beberapa waktu yang lalu, Pophariini berkesempatan untuk mengobrol lebih dalam dengan Noni. Mulai dari hadirnya sang EP yang berasal dari kebosanannya selama libur kuliah, cerita dibalik nama panggungnya, hingga pilihannya akan album yang mengubah hidupnya.

Simak lengkapnya di bawah ini.


 

Seberapa bosan liburan kuliahmu hingga akhirnya bisa-bisanya malah merilis EP?

Sebenarnya nggak bosen! [tertawa], Tapi waktu sebelum libur tuh sudah tahu saja pasti gabut nggak tau mau ngapain, plus nggak boleh keluar rumah kan. 3 bulan tuh gue di rumah. Nah ya sudah, gue memilih buat ngutak-ngatik DAW software. Tujuan awalnya mah sebenarnya hanya untuk ngasah skill producing saja. Kebuat deh tuh 4 lagu. Ya sudah, ini sekalian bikin EP saja kalau gitu! [tertawa].

Berarti, EP Boyish ini bisa dibilang sebagai ‘berkah’ pandemi ya? Kalau nggak ada pandemi, ‘mungkin’ EP ini nggak akan keluar di tahun lalu?

Antara iya dan nggak??? Karena memang planning buat rilis EP tuh sudah dari pertengahan tahun 2019. Jadi, mau pandemi mau nggak juga kayaknya eventually bakal tetap rilis EP.

Dari Amaranggani ke Noni, ada cerita apa hingga akhirnya memutuskan memakai moniker Noni sebagai nama panggung?

Aduh, ini pertanyaan yang nggak pernah luput dari kehidupan gue selama 21 tahun hidup tuh, gue nggak pernah nggak ditanya kayak begini. Jadi, sebenarnya basically Amaranggani sama Noni itu sama saja. Kenapa gue pakai nama Noni, ya karena memang itu panggilan gue, panggilan dari keluarga. Dari lahir gue sudah dipanggil Noni. Terus, ya sudah gue mikirnya ya karena gue sudah terbiasa dengan nama ini, dan gue juga bingung kalau mau bikin moniker lain yang lebih keren kayak gimana, jadi ya sudah gue pakai nama Noni saja.

Dan lebih easy to remember ya?

Betul! Dan enak juga gitu jadi nggak ada sekat. Orang nggak bingung manggil gue apa, karena my name is still Noni both on and off stage begitu.

Amaranggani pun kayaknya juga kepanjangan sih kalau ditulis di poster-poster acara…

Bener! [tertawa]. Tapi nama Amaranggani masih gue pakai sih di credits lagu-lagu, jadi fair lah ya.

Seberapa besar pengaruh lingkungan sosialmu terhadap hadirnya nomor-nomor di EP Boyish?

Besar banget, karena semua lagu yang gue tulis di EP gue itu memang pengaruhnya dari lingkungan sosial sekitar gue. Kayak misalkan “Boyish”, itu lagunya tentang dinamika pertemanan gue dan teman-teman cowok gue yang gue merasa kayak “Kenapa sih, kok lo nggak bisa melihat gue sebagai seorang wanita? Apa yang membuat lo berpikir seperti itu? Bisa nggak sih lo cari alasan lain?” Kayak, aneh saja begitu kalau misalnya mereka melihat gue bukan seperti seorang wanita. “Memang selama ini lo melihat gue seperti apa?”

Jadi ya begitu, memang semua lagu yang ada di EP gue itu ditulisnya berdasarkan apa yang gue alami sendiri di lingkungan sosial yang ada di sekitar gue. Sebenarnya, nggak cuma di EP saja sih, di lagu-lagu lain pun seperti itu. Pasti dari pengalaman sendiri, dan based on the society that surrounds me.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments