Petra Menebus Penantian Penggemarnya Dengan Semenjak Internet

124

Akhirnya, sampai juga kita di ujung penantian dari album terbaru Petra Sihombing. 23 Oktober lalu, Semenjak Internet resmi Petra lepas, mengakhiri rangkaian-rangkaian single yang dirinya lepas secara apik di tiap tanggal 23 di tiap bulannya.

Total, ada 12 nomor yang Petra hadirkan dalam Semenjak Internet. Ke-12 nomor tersebut yang juga merupakan nomor-nomor yang sudah rilis lebih dahulu.

Sebagai penutup – dan juga pembuka dari album ini, nomor terakhir bertajuk “Cinta Digital” dihadirkan. Masih sama dengan nomor-nomor sebelumnya, nomor ini juga memuat nama musisi yang sudah tidak asing lagi bagi kalian semua.

 

View this post on Instagram

 

Podkes bareng @davidbayudj udah rilis ges! Link di bio yes!

A post shared by Petra Sihombing (@petra_sihombing) on

Kali ini, “Cinta Digital” turut memuat nama David Bayu dari NAIF. Pada akhirnya, album terbaru Petra ini terbilang ‘ramai’ karena banyaknya nama-nama musisi yang turut membantu dirinya dalam Semenjak Internet. Selain David Bayu, sebelumnya Petra juga turut dibantu oleh Tulus, Rendy Pandugo, Baskara Putra, Danilla, Pamungkas, hingga sang adik, Ben Sihombing.

“Ada yang rumahnya dekat, atau gue sudah temenan lama sama dia. Atau gue dari dulu ingin banget menulis sama orang ini”, tutur Petra perihal banyaknya sesama musisi yang hadir di Semenjak Internet.

Nantinya, di tanggal 7 November mendatang, Petra akan mengadakan sebuah showcase bertajuk Pertunjukan Semenjak Pandemi, dalam rangka merayakan lahirnya album terbarunya ini.

Dengarkan Semenjak Internet di berbagai layanan streaming musik favorit kalian:

 

Selain dengan kesibukannya menyiapkan album terbarunya ini, belakangan ini Petra juga disibukkan dengan kehidupannya sebagai produser. Yang paling menyita perhatian, bagaimana dirinya membantu Nadin Amizah dalam album perdana Nadin, Selamat Ulang Tahun.

Masih seputar Petra, jangan lewatkan cerita tentang sisi lainnya yang dirinya ungkap di Manusiawi. Cerita tentang bagaimana manifestasi atas angka 23 di hidupnya, tentang fotografi yang menyelamatkan hidupnya, hingga awal dari kiprahnya menjadi seorang produser.

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments