238

Resensi : Daramuda – Salam Kenal

Daramuda - Salam Kenal

Artist: Daramuda
Album: Salam kenal
Label: Idola Remaja Records
Peringkat Indonesia: 7.5/10

Sebuah album yang menggetarkan permukaan skena

Sandrayati Fay, Danilla dan Rara Sekar adalah tiga nama dari antara kumpulan musisi, singer-songwriter perempuan yang tengah naik daun di skena musik Indonesia hari ini. Dan mendengar bahwa mereka melakukan proyek bersama dalam kolektif Daramuda, ini saja sudah berita yang menggembirakan.

Serupa dengan proyek serupa seperti Bahaya Laten yang beranggotakan musisi laki-laki Jason Ranti, Sisir Tanah dan Iksan Skuter, menyimak Daramuda saya langsung teringat dengan kolektif-kolektif hebat di masa lalu seperti Crosby, Stills & Nash atau nama-nama penulis favorit saya dari Joni Mitchell, Fiona Apple, Kd Lang, Suzzane Vega serta musisi-musisi perempuan jempolan favorit saya.

Baca juga:  Resensi: Niki - wanna take this downtown?

Meski tak tepat untuk disebut album folk dengan hanya melihat konsep menyanyi ‘gitaran’, namun album musik ini layak diberi apresiasi lebih. Bagaimanapun juga, lewat album ini kita bisa menyimak kedigdayaan penulisan lirik masing-masing pribadi yang ada di dalamnya. Ada tiga lagu bahasa Indonesia, tiga lagu bahasa Inggris serta satu track terakhir sebagai, katakanlah, anthem mereka bersama bertajuk “Salam Kenal”.

Beberapa orang (mungkin juga saya) menganggap album ini biasa saja, karena mengingat saya sudah mengenal sedikit banyak diskografi suara dan penulisan lirik yang dihaturkan ketiga musisi ini. Namun di balik kekurangan (yang akan saya bahas di alinea terakhir), album ini tetap memancarkan konsep yang baik. Mungkin saja ini semacam introduksi lebih terhadap apa yang akan dilakukan proyek ini selanjutnya. Menyimaknya tetap menjadi pengalaman yang berkesan.

Baca juga:  Resensi : Mooner - O.M.

Bagaimana saya terombang-ambing oleh lirik dan suara Sandrayati Fay yang menggelora seperti gelombang laut. Atau barisan kata-kata magis yang keluar dari suara Rara Sekar, pentolan eks-Bandaneira yang selalu menggetarkan hati. Getaran yang sama juga terpancar dari suara jazzy dan bluesy Danilla dengan komposisi yang sangat laidback dan rapuh. Semua pengalaman itu ada di album ini. Dan ya, untuk penggemar Danilla, di album inilah kita bisa mendengar penyanyi ini menulis dan bernyanyi lagu dalam bahasa Inggris (jarang terjadi sejak album Telisik) yang ketika didengarkan sangat menarik.

Tentunya pasti akan ada waktu dimana saya akan ditanya siapa dari masing-masing nama di album ini yang masuk favorit saya. Untuk itu, saya berusaha atau memang sengaja untuk tak memilih. Secara obyektif saja, ketiganya sudah menjadi favorit saya.

Baca juga:  Resensi : Jono Terbakar - Warisan

Seperti saya telah singgung sebelumnya. Meski terlihat sempurna, namun sayangnya album ini belum mengakomodir keinginan pribadi saya untuk melihat tujuan yang (secara subyektif) ingin saya dapatkan, yaitu kolaborasi. Bagaimana seharusnya ada respon merespon dari tiap komposisi yang ada. Bagaimana ada harmonisasi di sana, dinamika yang seru, persinggungan emosi satu sama lain, ini yang mungkin akan membuatnya menarik ketimbang hanya ‘tipis-tipis’ terjadi di lagu “Salam Kenal”. Sangat disarankan ada volume 2 dari album ini yang khusus mengedepankan kolaborasi ketimbang bermain sendiri-sendiri, tentunya tantangannya akan lebih seru, baik untuk si musisi juga kami yang mendengarkan.