“Routine” Pameran Solo Rukmunal Hakim di Bandung

Rukmunal Hakim mulai membuat karya seni (ilustrasi) saat berusia 25 tahun. Tanpa pendidikan formal dalam seni, Hakim terjun menjadi seniman dan ilustrator purna waktu. Pameran pertamanya berlangsung di “Singapore Tattoo Exhibition” pada tahun 2010. Unsur-unsur tatto yang selalu ada pada karyanya berasal dari pengalaman masa kecil ketika ia tinggal di Kalimantan. Selain itu Hakim juga memperolah banyak pengaruh dari seniman art nouveau Alphonse Mucha dan Gustav Klimt dalam pembentukan gaya visual.

Sebagai ilustrator profesional membuat karya seni pribadi adalah bentuk lain dari aplikasi ide kerja Hakim. Maka itu dalam pameran ini, Hakim mencoba menunjukkan sisi pribadinya, terutama pada periode awal karir seninya. Pameran tunggalnya yang berjudul Routine ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 September di At World’s End Gallery pada pukul 4 sore. Sedangkan pada tanggal 25 Septermber akan ada sesi live drawing perfomance pada pukul 1 siang.

Rukmunal Hakim | “Silent & Giant” | 82 x 63 cm | Tinta di atas Kertas | 2011

World’s End sendiri adalah galeri seni kontemporer di Bandung yang berdiri sejak 2016 dan berbasis di Asia Tenggara. Misinya adalah memberi dukungan, mempromosikan serta merayakan kegiatan seniman dan komunitasnya. Dari yang telah mapan hingga yang bersifat eksperimental, dari yang populer hingga menyentuh ceruk pasar, dan mencakup komunitas global hingga lokal.

 

____

LEAVE A REPLY