Saksikan Awal Dunia Musik Baru bersama Goodnight Electric

4229

Apakah album berikutnya belum mulai digarap sama sekali, selain mengumpulkan materi lagu?

Nah, itu dia. Belum, sih. Demonya sudah ada, cuma kalau enggak ada COVID mungkin kami sudah rekaman. [Tertawa] Gara-gara COVID, lagi pada on fire jadi enggak bisa apa-apa. Jadi mungkin Misteria harus dimaksimalkan.

Sejauh ini, sejak mulai menjalankan kembali Goodnight Electric hingga saat ini, apakah sudah mencapai apa yang diinginkan?

Waktu awal Goodnight, media sosial itu jamannya MySpace, terus Twitter. Pas kami comeback, eranya sudah berubah. Twitter sempat hilang, pokoknya Instagram banget. Akhirnya yang pertama dibikin itu akun Instagram, terus bagaimana caranya bisa orang notice sama kami. Tapi memang dulu, pelan banget jalannya karena enggak punya apa-apa. [Tertawa] Terus sekarang strateginya harus sedikit diubah. Salah satunya untuk bikin orang notice ya dengan bahasa Indonesia. Dibayangkan pas akhirnya “VCR” rilis dan bahasa Indonesia, pasti, “Bakal diomongkan, nih!” [Tertawa]

Ya, sesuai harapan, lah. Apalagi semenjak dibantu tim dari Believe. Channel kami lengkap.

Adakah nasihat yang bisa dikasih untuk teman-teman seangkatan yang sempat hilang dan ingin kembali lagi?

Kalau gue dapat pelajaran dari orang-orang Believe – karena mereka juga anak-anak milenial, jadi mereka mengerti strateginya – intinya lo bikin musik dan segala macam yang merupakan tugas lo sebagai musisi, tapi media sosial lo harus dimaksimalkan. Enggak harus soal musik. Bisa apa pun, bisa joget-joget kayak Dipha Barus. [Tertawa] Kehidupan lo di media sosial lain lagi sama kehidupan lo di musik. Musik itu rekaman, live dan segala macam. Media sosial sangat penting di jaman sekarang.

Sulitkah untuk mencari jalan agar bisa melakukan itu sambil menjaga agar jangan terlalu norak?

Itu dia, itu sulit, sih. Kayak TikTok, gue kayak, “Apa sih?” [Tertawa] Oomleo sama Bondi gue suruh kerjakan konten di Instagram saja suka malas-malasan! [Tertawa] Kalau terus terang, gue susah kalau TikTok. [Tertawa] Tapi (Believe) juga enggak memaksa. Kalau enggak sesuai, enggak apa-apa. Tapi mereka kasih suggestion bisa melakukan hal-hal seperti review alat musik, atau behind the scenes cara membuat apa, tutorial. Gue sudah mengerjakan Instagram, Twitter dan Spotify, tapi kewalahan untuk mengerjakan TikTok. TikTok doang sih yang enggak kepegang, tapi akunnya sudah ada! [Tertawa]

____