Siasat Pekerja Musik dan Penggemarnya di Masa Pandemi

433

Lalu bagaimana nasib para pemusik kafe? Belum lama ini tersiar kabar digodoknya program POSe Musicafe Festival yang diprakasai oleh sejumlah kalangan: musisi, promotor, pihak soud system, lightning, multimedia, hingga pemilik kafe. POSe Musica Festival akan digelar dengan metode live streaming melalui stasiun televisi.

Inisiatif juga berlangsung sampai di bawah tanah; ekspresi dan berjejaring masih terus dilangsungkan meski pandemi melanda. Label indie pop Indonesia, Shiny Happy Records sejak awal pandemi masih terus melangsungkan “Our Secret World: Quarantine Session” di mana setiap pekannya band indie pop dari berbagai penjuru dunia (Indonesia, Amerika, Swedia, Cina, Denmark, Jepang, Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Yunani, dan entah mana-mana tempat) tampil bergantian dalam video live performance di Facebook Page Shiny Happy Records.

Di masa pandemi ini pula diadakan ASEAN Music Showcase Festival 2020 secara virtual. Berlangsung dua hari, festival ini diprakasai bersama oleh sejumlah promotor independen dan scenester di negara-negara ASEAN. Musisi/band dari Indonesia yang turut tampil adalah Bangkutaman, Jirapah, Rangkai, dan Tanayu.

Dari sisi distribusi rekaman, masa pandemi pun melahirkan the-storefront.club , sebuah initiative digital distributionyang fokus menjual rilisan-rilisan digital independen, baik single maupun album, sebagai sarana untuk mendukung musisi/band independen dalam berkarya, dengan metode pembayaran yang relatif mudah diakses.

Pandemi? Semua terkena dampaknya. Industri musik dengan berbagai sirkuit bermainnya, bisa jadi salah satu yang paling babak belur. Sekali lagi, karena umumnya bertumpu pada mengumpulkan orang/penonton dalam sebuah pertunjukan, dan kini harus berubah haluan. Upaya-upaya yang dilakukan boleh jadi belum bisa menggantikan apa yang berlangsung sebelumnya, tapi memang rasanya butuh terus “tipis-tipis” bergerak, berbenah untuk berinovasi dan beradaptasi. Termasuk butuh dukungan penikmat musik itu sendiri, meski tentunya berbagi prioritas dana di masa ekonomi terkini.

Akhir kata, pekerja musik dan penggemarnya sama-sama berstrategi.

 

____

1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] luar merugikan banyak pihak dan sendi kehidupan di semua lini, ternyata ada hikmah baik dari pandemi ini. Salah satunya adalah keinginan yang kuat untuk mendapatkan hiburan, baik games, film, tak […]