Voice of Baceprot Headline di Wacken, Tampik Isu Miring

Jun 28, 2021

Band metal trio hijabers Voice of Baceprot menjadi salah satu bintang utama di Wacken Open Air 2020, salah satu festival metal tahunan terbesar di dunia yang digelar di Jerman. Namun sayangnya, beberapa pihak nampak meragukan hal ini sehingga berkembang beberapa isu miring di kalangan tertentu.

Sebelumnya, laman resmi Wacken Open Air (selanjutnya, W:O:A) per hari ini (28/06/2021) memuat poster W:O:A 2020 mereka dengan line up terbarunya. Dan trio metal asal Garut, Voice of Baceprot (VOB) masuk ke dalam poster utamanya. Sebelumnya, tercatat lima band metal Indonesia pernah tampil di festival metal bergengsi ini. Dari Burgerkill di 2015, Beside (2017), Jasad & Down For Life (2018) dan Taring di 2019.

Namun sayangnya, beberapa isu miring beredar seputar masuknya Voice of Baceprot ke headline utama Wacken Open Air yang masih akan digelar tahun depan ini. Beberapa bahkan langsung masuk ke pesan pribadi di medsos seperti, “bayar berapa main di Wacken?“, “pake jalur khusus ya?” dan “lewat orang dalem ya?”. 

Nadia Yustina, sendiri selaku pendiri/direktur Amity Asia yang menaungi Voice of Baceprot kemudian bercerita langsung tentang proses Voice of Baceprot sampai hal ini ke Pophariini pada Senin (28/06) siang tadi.

Ceritanya sangat singkat. Bulan Juni, gue dapet email isinya offer untuk main Wacken. Di email itu lengkap semua detail acara, dan besaran fee yang mereka tawarkan. Gue sampe sempet diem lama banget baca berulang kali. Takutnya gue halu kan ya. Trus gue screenshot kirim ke tim. Pas mereka heboh WACKEN, baru gue yakin kalo gue ga halu. Lalu besoknya gue kasih jawaban kalau kita terima offernya. Lalu belum ada kabar setelah itu, gue pikir ya bener halu, sampe tiba-tiba kemarin mereka announce di platforms mereka.”

Voice of Baceprot W:O:A

Soal anggapan miring tentang VOB yang sering ia terima, Nadia berkata bawah mereka sering mendapatkan hal itu sejak 2017.

Kalo dari Amity sendiri sebenernya udah biasa selama dari 2017 kita bareng VOB, udah banyak banget dapet omongan ga enak. Tapi kita lempeng aja jalan terus. Selama pandemi, kita merubah pola kita dalam manage dan develop artis. Sebelumnya kita sibuk bangun relasi, tawarin artis kita buat main di panggung ini itu dan masuk media ini itu. Nah, selama pandemi, kita fokus ke pengembangan artis dan tim kita sendiri. Kita kembangin apa yg masih kurang, belajar hal2 baru bareng-bareng, revisi yang salah. Dan entah kenapa, akhirnya semua kesempatan datang sendiri tanpa perlu nawarin kesana sini. Kami di Amity Asia sendiri dari awal yakin VOB bisa buka banyak kesempatan baru buat musik Indonesia”

Dan menyikapi omongan miring seputar VOB, Nadia justru mengajak netizen untuk menyemangati trio remaja ini agar bisa perform baik.

“Kalo menurut lo mereka mainnya jelek, yuk bantuin biar VOB mainnya bisa bagus. Kita masih ada waktu setahun sebelum Wacken. Seharusnya kita support bareng. Ini yang udah dilakukan oleh Hendy drummer GIGI, Stevi Item (gitaris Deadsquad), Gorust dan Alan (Hellcrust, ex-Deadsquad) dan Barry Likumahuwa. Nama-nama itu udah lama bantu VOB, pengecualian untuk Barry yang baru tahun ini. Mereka ngasih kursus ke VOB buat ningkatin skill dan teknisnya anak -anak”

***

Selamat untuk Voice of Baceprot. Dan jika melihat jejak penampil metal Indonesia sejak 2015 di Wacken Open Air, kita seharusnya merapatkan barisan, dan patut berbangga pada invasi metal Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

Penulis
Fari Etona
Pendenger musik pop dan rock, serta pecinta binatang dan pemakan buah-buahan.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Album Ningrat, Jamrud: Kontrasepsi dan Duka Surti

21 Tahun album Ningrat milik Jamrud , gitaris dan penulis lagu Azis M.Siagian sempat bikin geger tahun 2000 lewat “Surti-Tejo”.

Sinergi Sri Hanuraga dan UPH CoM

Adalah musisi jazz Sri Hanuraga bersama dengan UPH Conservatory Of Music yang mengambil sinar panggung kolaborasi kali ini.