5 Lagu Indonesia Pilihan Rayhan Noor & Agatha Pricilla

523
Rayhan Noor - Agatha Pricilla
Rayhan Noor dan Agatha Priclla / dok. Mikael Aldo

Beberapa waktu yang lalu di sela-sela kesibukan keduanya, Rayhan Noor dan Agatha Pricilla sempat mampir ke kantor kami dalam rangka segmen Ruang Tamu Pophariini. Dalam kesempatan tersebut, keduanya berbincang-bincang dengan kami mengenai hadirnya Colors, album pendek mereka yang rilis di penghujung tahun 2020 lalu dan juga rencana-rencana mereka dalam beberapa waktu mendatang.

Sekilas mengenai Colors, album pendek dari Rayhan Noor dan Agatha Pricilla ini hadir dengan enam nomor, yang mana tiga diantaranya lebih dahulu mereka perdengarkan. Sebut saja “Colors”, “Sick in Love”, dan “Strangers Once Again”. Ketiga nomor tersebut akhirnya ditemani oleh “A Different Kind of Morning”, “Not a Happenstance”, dan “Only You”. Sebuah paket lengkap dari album pendek yang hadir di bawah payung Sun Eater Coven.

Bicara mengenai Rayhan Noor sendiri, dirinya bersama Lomba Sihir baru saja melepas single debutnya, “Hati dan Paru-Paru” di penghujung bulan Februari lalu.

Di sela-sela persiapan mereka mengisi Ruang Tamu Pophariini, kami sedikit ‘colongan’ untuk menanyakan lagu-lagu Indonesia pilihan keduanya.

Simak lengkapnya di bawah ini.


5 Lagu Indonesia Pilihan Agatha Pricilla.

  1. MALIQ & D’Essentials – Menari.

Karena nggak tau kenapa, satu album itu bikin kayak throwback ke tahun 2012. Jadi waktu itu, gue dengerin album itu dan salah satu album yang bikin gue pengin punya lagu yang chordchordnya kayak gitu. Dan itu memang chordchord khasnya MALIQ. Jadi, itu adalah salah satu lagu yang bikin gue jatuh cinta.

 

2. Banda Neira – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti.

Karena itu adalah, sebenarnya duo Banda Neira ini yang mengubah stigma gue kayak, lagu loe itu nggak harus selalu escalating gitu. Maksudnya, lagu loe kayak yang kedengarannya gitu-gitu saja nggak selamanya ngebosenin. Plus, kayak ternyata unisound, loe kalau nyanyi nggak harus pecah suara cewek-cowok, nyanyi gitu saja itu bagus banget. Jadi, kayak yang nggak harus yang backingnya kayak gimana-gimana banget, tapi mereka memang beneran mikirin dari segi lirik, struktur lagunya, menurut gue indah saja sih. Terus kayak loe bisa dengerin itu di waktu kapan saja. Loe mau dengerin pagi bisa, loe mau dengerin malam sambil nangis bisa, loe mau dengerin sore-sore sambil ngopi bisa.

 

3. Vina Panduwinata – Cinta Indonesia.

Jadi ini lagunya sentimental banget untuk gue. Karena gue itu kan anak les vokal, lagu bahasa Indonesia yang pertama kali diajarin ke gue untuk nyanyi di les vokal itu adalah lagu ini. Nah, itu gue ingat banget pertama kali diajarin, gue masih belum bisa nyanyi-nyanyi banget, lagu itu masih membekas di gue, lagu gue les pertama kali pas 2008 gue les nyanyi. Pertama kali belajarnya lagu itu.

 

4. Indra Lesmana ft. Eva Celia – Cerita Kita.

Si “Cerita Kita” ini, nggak tau kenapa, ini lagu yang menurut gue susah banget pas dinyanyiin tapi kedengerannya tuh enak banget. Tapi pas loe coba nyanyiin, itu susah banget, terus chordnya juga ya Indra Lesmana saja sih menurut gue. Yang gue kagum juga dari lagu itu adalah, loe nggak harus selamanya flexing nyanyi yang gimana-gimana banget untuk kedengeran enak gitu.

 

5. Glenn Fredly – Sabda Rindu.

Nah, si album Luka Cinta & Merdeka ini juga jadi pilihan gue. Gue selalu kagum dengan Almarhum Glenn Fredly. Liriknya dia itu menurut gue semuanya jujur saja gitu, iya itu memang yang dia rasakan, dan gue nggak melihat sama sekali dibuat-buat. Even pas gue nonton dia live, gue selalu yang kayak, mungkin kalau orang lain yang nyanyi, itu akan kedengeran sangat cheesy, tapi kalau dia itu bisa ngebawainnya nggak norak dan in his on way.


5 Lagu Indonesia Pilihan Rayhan Noor.

  1. Sheila On 7 – Seberapa Pantas.

Gue denger lagu itu SD. Itu gue suka banget, maksudnya Sheila On 7 adalah salah satu band yang melekat dengan masa kecil gue. Bokap gue beliin kasetnya, “Ini denger deh, ada band namanya Sheila On 7 dari Jogja, masih muda-muda” pada saat itu. Tapi ya sudah, itu sekadar lagu yang gue hapal dan sering gue nyanyiin saja. Tapi pas begitu gue umur 11/12 gitu, pas gue sudah mulai main gitar, ini lagu yang mengenalkan gue pada “Oh suara gitar yang bagus tuh kayak gini”. Jadi, pertamanya kan langsung gitu, itu gue kayak “Hah, ini gimana ya mainnya?”. Gue coba-cobain, even until these days gue nggak bisa nyamain suara gitarnya itu. Even Eross Candra pun, gue lupa dia interview dimana, dia mengakui bahwa dia nggak bisa ngulang itu lagi. Memang magic moment rekaman saja. Jadi, nomor satu gue itu sih, “Seberapa Pantas”.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments