725

Dua Dekade Video Musik Indonesia

Ilustrasi: abkadakab

Menjelang 2020, ada begitu banyak perubahan di dalam musik sepanjang 20 tahun ini. Terutama video musik yang masih menjadi ujung tombak sarana promosi musik saat ini. Musik sendiri mengalami berbagai perubahan dari cara produksi dan mengonsumsinya. Sementara pada video musik yang paling kentara adalah medium penayangannya. Bila sebelumnya hanya ada televisi nasional, kini dipegang oleh Youtube.

Di akhir 90-an, akses musisi untuk ke televisi nasional dipermudah dengan adanya MTV Indonesia yang siaran 24 jam. Menjelang 2010, Youtube menjadi pemain utama dan merubah wajah video musik cukup banyak. Selain video musik, kita jadi mengenal beberapa istilah baru, mulai dari video lirik, video official audio hingga yang terbaru sampai video official visualizer. PHI mengajak pembaca menyimak perjalanan singkat 20 tahun video musik di Indonesia.

Baca juga:  Glenn, Yovie Dan Tulus Saling Beradu Rayuan

MTV Indonesia
Menjelang akhir 90-an industri musik terutama independen tengah berkembang secara menarik. Band-bandnya merilis album perdana yang menjanjikan dan mulai melirik media promosi yang lebih mapan yaitu video musik. Di saat bersamaan, MTV masuk ke Indonesia dan beroperasi tayang 24 jam. Dan karena kebutuhan konten video musik, program televisi musik asal Amerika ini lantas membuka pintu selebar-lebarnya pada video musik lokal.

video musik Koil Mendapatkan high rotation di MTV Indonesia, bahkan melibas video Musik Linkin’ Park.

Periode inilah yang kemudian menjadi era romantis antara musisi generasi baru dan sutradara video musik muda dengan stasiun televisi yang memungkinkan video musik bergaya baru/idealis bisa ditayangkan di layar kaca televisi nasional untuk pertama kalinya. Dan hal ini menjadi pencapaian tersendiri, karena pada saat itu televisi masih merupakan media satu-satunya yang diakses oleh semua kalangan dari Sabang sampai Merauke. Sehingga efeknya bisa sangat berpengaruh terhadap bandnya terutama bila materi lagu dan videonya sangat menarik.

Baca juga:  Resensi: Elephant Kind – The Greatest Ever

Hal ini terjadi pada video musik Koil, “Mendekati Surga” di tahun 2001. Disutradarai Cerahati, dengan lagu yang kuat dan konsep yang nyeleneh, video musik Koil langsung menarik perhatian dan mendapatkan permintaan tinggi di MTV Indonesia. Video ini bahkan melibas video musik band internasional yang juga sedang promosi pada saat itu, Linkin’ Park. Hal itu langsung berimbas kepada tawaran panggung Koil yang padat.

 

Contoh lainnya ada pada video musik “Train Song” milik band Lain yang disutradarai The Jadugar juga video musik “Me and My Boyfriend” milik Mocca yang digarap Cerahati/Gustaf Iskandar. Tak hanya bisa ditayangkan di televisi nasional, tapi keduanya bisa memenangkan penghargaan sutradara terbaik dan video musik terbaik di ajang MTV Indonesia Video Musik Award 2003.

Baca juga:  Para Pahlawan Gitar yang Terabaikan dan Ditinggalkan

Ada dua hal yang memungkinkan itu terjadi. Pertama, para mahasiswa perfilman, seniman visual/desainer grafis yang butuh eksperimen portofolio dan kemudian tertarik untuk merespon dan menyempurnakan musik-musik baru teman-teman mereka melalui bentuk visual musiknya ke dalam video musik. Dan kedua adalah permintaan akan video musik dari MTV Indonesia yang tayang 24 Jam.