Konser Tunggal Raisa di Gelora Bung Karno Resmi Ditunda

• Sep 8, 2020

Hanya berselang dua hari dari kabar batalnya Synchronize Festival 2020, konser tunggal Raisa di Gelora Bung Karno juga akhirnya memberikan kabar terkininya terkait apakah akan dilaksanakan atau tidaknya.

Tidak batal, namun “Raisa Live in Concert Stadion Utama Gelora Bung Karno” ini akan mengalami penundaan hingga batas waktu yang belum ditentukan, juga melihat dengan kondisi pandemi di Indonesia.

“JUNI Concert telah menerima surat pemberitahuan dari Pemprov DKI Jakarta tersebut dan akan mematuhinya. Kami yakin, Pemprov DKI Jakarta sudah mempertimbangkan dan membuat keputusan terbaik demi kebaikan semua pihak”, tutur CEO PT Juni Suara Kreasi, Adryanto ‘Boim’ Pratono.

Perihal tiket, opsi full refund mereka lakukan dan dapat dilakukan mulai besok (9 September) hingga 9 Oktober mendatang. Terkait teknis dari opsi refund, pemegang tiket akan dikirimkan email oleh Loket.com selaku official ticketing partner. Info lebih lengkapnya juga bisa diakses melalui akun Instagram Juni Concert dan website resmi konser tunggal ini.

Pada awalnya, konser tunggal Raisa ini akan digelar pada tanggal 27 Juni yang lalu. Setelahnya, Juni Records juga sempat menggeser gelaran akbar tersebut ke tanggal 28 November mendatang. Drummer Seringai, Edy Khemod didapuk untuk menjadi creative director dari konser tunggal ini.

Belakangan ini, Raisa bersama dengan Andi Rianto baru saja merilis “Bahasa Kalbu” dari Titi DJ yang mereka bawakan ulang dengan warna baru.

 

____

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."

Eksplor konten lain Pophariini

PHI Tips: Memilih ‘Abang-abangan’ Skena Panutan

Sosok abang-abangan skena penting untuk kehidupan bermusikmu. PHI Tips kali ini membantu kalian memilih kriteria abang-abangan skena yang bisa jadi panutan. 

PHI Eksklusif Mempersembahkan: TADI IKS Live Session

TADI adalah duo musik ambisius dari Indonesia yang membuat musik mereka dengan bereksperimen dengan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari personilnya. Paparan yang beragam terhadap seni dan budaya memicu pikiran kreatif mereka, mulai dari perancang busana seperti Fujiwara Hiroshi hingga band jazz eksperimental seperti Hiatus Kaiyote.