Miten Dalam Kenangan

4097
Miten
Miten, mentuning gitar-nya Bimo sebelum pentas di acara pensi (1996 / foto: ariehendrarta

2020 akan kita kenang sebagai tahun isolasi yang absurd. Tapi hikmah dari keterpaksaan jaga jarak sosial yang tokay ini justru berdampak baik di segi kreativitas gue.

Isolasi di mulai beberapa waktu setelah gue membawa pulang amps 10 watt ke rumah.

Di tengah bermain main dengan kebisingan muff dan amps 10 watt, gue teringat gitar semi hollow Riviera 97-an milik Fisma, bassist gue. Yang jarang di pakai. Ah pinjem ah.

Entah mengapa visual di kepala gue justru melayang ke Miten di video pertama Netral tahun 1994.

Gitaris metal gondrong dengan kaos all size gedombrongan bergitar hollow body.

Kalo boleh gue bikin top 3 semi hollow eksentrik versi gue, maka nama-nama yang nongol adalah
Izzy Stradlin
William Reid
dan

Miten!

Gak berasa sudah 8 tahun beliau meninggalkan kita. Untuk mengenang Ricky Dayandani alias Miten, salah satu gitaris terbaik tanah air. Gue membuka tulisan lama di blog gue khusus untuk Pop Hari Ini. Terimakasih Acum Bangkutaman atas kesempatan ini.


 

Miten
Miten, telanjang dada / foto: ariehendrarta

Siang ini, 22 Juli 2012 gue dikejutkan oleh broadcast message dari beberapa kawan. Perihal wafatnya Miten, ex gitaris Netral. Waah, sepertinya baru kemarin Morfem satu panggung dengan dia.

3 April 2012
Morfem satu panggung dengan Brutal (feat Miten), sebuah proyek Bagus Netral dengan Bimo (ex Netral). Buat kita sih sama saja bermain dengan Netral di tahun 1995 hehehe….

Brutal
kika: Miten, Bimo dan Bagus reuni dengan nama Brutal saat tampil di radio show TVONE / dok. Agung Hartamurti

Momen yang gak bisa di sia-siakan. Harus foto bareng. Band muda dan band lawas haha..

Brutal dan Morfem
Personel Morfem berfoto bersama Brutal / foto: Agung Hartamurti

Pada malam itu baru saja resmi gue berjabat dan berkenalan dengan Miten. Dan gue sempet di dengarkan oleh Miten demo terbarunya lewat mp3 playernya. Belum ada vokal. Tapi musiknya sangat Speed Metal. Sepertinya inilah aslinya si Miten.

Miten
Tiga album klasik Netral yang dipunyai Jimi / foto: dok. Jimi

Tapi kalo soal karyanya bersama Netral. Gue cukup mengikuti album mereka sejak pertama. Tiga album pertama Netral adalah yang terbaik. Dan album Tidak Enak adalah favorit gue.

Netral
Formasi Netral klasik / dok. istimewa

Masih segar di kepala gue pertama kali dengar lagu “Walah” di Radio Prambors. Sekitar pertengahan tahun 1994. Wah shock-nya bukan main! Ternyata ada juga yang berani bikin musik seperti ini di Indonesia. Dan bisa diputar di radio pula. Saat itu gue sangka “Walah” cuma sekedar demo yang di putar di Prambors. Tapi ternyata!!! Tahun 1995 mereka merilis album! dan ada video klipnya pula. Gila!

Selain vokal Bagus yang fals bukan main. Yang paling gue inget adalah permainan gitarnya si Miten. Asli. Gue yakin dia adalh gitaris tipe shredder yang jago ngebut di atas fret. Tapi bersama Netral dia bisa memainkan nada yang lebih simple, catchy, dan sudah barang tentu terdengar ngehe! Hal yang sulit dilakukan oleh musisi jago (bermain simple).

Masih segar di kepala gue pertama kali dengar lagu “Walah” di Radio Prambors.

Dan baru Miten yang bisa mengawinkan lead-lead heavy metal dengan musik alternative/punk dengan sukses. Dan lebih tegasnya: Enak!