Rekomendasi: V/A – Fresh Meat

Oct 29, 2021

Kalau ada satu fenomena dari perjalanan musik Indonesia di sepanjang tahun ini yang patut untuk diperbincangkan lebih lanjut, salah satunya tentu adalah kemunculan ragam album kompilasi yang bergantian mengambil tempat di tiap pergantian bulannya.

Bukan tanpa alasan. Terhitung sejak awal tahun, sudah ada beberapa judul yang tertangkap dalam radar kami.

Sebut saja album kompilasi garapan Deathrockstar dan Bikin Panggung, Bikin Kompilasi “Bless This Year” yang muncul di awal tahun, juga dengan dua judul dari label rekaman Anoa Records, Ocean Blender dan Derby Days, hingga yang akan dibahas lebih lanjut, Fresh Meat, sebuah album kompilasi yang merangkum nama-nama ‘segar’ dari Yogyakarta, dikurasi dengan apik oleh kolaborasi antara Koloni Gigs dan Rilisan Fisik.

Di pertengahan bulan Oktober ini, juga bertepatan dengan gelaran Yogyakarta Cassette Week 2021, dua nama tersebut berkolaborasi dengan menghadirkan album kompilasi ini.

Fresh Meat memuat 14 nama yang mereka rasa bisa mewakili keadaan musik di Yogyakarta saat ini. “The Now Sounds of Yogyakarta”, jika mengutip cuitan akun Twitter Koloni Gigs yang memparodikan slogan Pophariini.

14 nama tersebut adalah The Bunbury, Infinite Siennas, Impromptu, The Kick, Nood Kink, Haszh, Lor, Circle Fox, Smstr10, Liburan Dirumah, Bias, The Melting Minds, Krans dan Stationary.

Memang, di tengah situasi pandemi yang tampak masih belum menemui ujungnya, segala cara mesti dilakukan oleh musisi untuk tetap menjaga semangat berkarya – dan bahkan untuk memperpanjang nafas materi-materi mereka, hingga yang paling utama – sebuah bukti akan keberadaan mereka di ekosistem ini. Album kompilasi, punya peranan penting untuk menjaga aspek-aspek di atas.

Selaras dengan judulnya, benang merah dari album ini adalah bagaimana ke-14 nama tersebut masing-masing baru saja menghadirkan materi teranyarnya yang rilis di sepanjang tahun ini – yang bahkan belum sampai ke ujungnya. Namun, utamanya adalah semangat.

Ke-14 nama tersebut membawa trademarknya sendiri yang semakin menambah corak warna dalam Fresh Meat.

Coba tengok bagaimana The Bunbury yang membawa indie-pop dengan warna vokal yang sedikit banyak mengingatkan akan kejayaan pakem tersebut di era 90-an. Atau bagaimana Liburan Dirumah, unit midwest-emo yang sebenarnya sudah hadir sejak tahun 2017 lalu, namun kembali muncul di tahun 2021 ini setelah absen cukup lama.

 

Laidback indie-rock juga diwakilkan oleh Nood Kink dengan nomor “Life is Good (And Nothing You Should Worry About)”. Mau yang agak ngebut? Ada Bias dengan nomor “Parau” yang pada nomor tersebut tampak memadukan grunge dengan industrial rock.

Nama-nama di atas hanya sebagian dari nama lainnya di album kompilasi ini yang juga layak untuk disimak lebih lanjut.

 

Jika saat ini sebuah album kompilasi masih bertujuan untuk membawa semangat untuk merekam jaman dan juga sebagai pendokumentasian atas apa yang sedang terjadi di era tersebut, maka rasanya Fresh Meat sudah masuk dalam kategori tersebut dengan manis.

Total, tahun ini sudah ada album kompilasi (yang kami tangkap) dari Medan, Bali, Bandung, Jakarta, dan juga Yogyakarta. Semoga ada kompilasi dari kota-kota lainnya yang akan segera menyusul.


 

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Monita Tahalea Tebus Kerinduan dengan “Berlalu”

Monita Tahalea juga mengungkapkan bahwa “Berlalu” memuat sebuah cerita mengenai kerinduan serta keputusan untuk menjadi pribadi yang berbahagia.

Adrian Adioetomo Lepas Video Musik “Volatile Love”

Album self-titled dari Adrian Adioetomo masih bisa didapatkan di seluruh jaringan distribusi demajors dan situs resmi mereka.