176

Tepat Perayaan 25 Tahun, Buku Pure Saturday Dicetak Ulang

Cetakan baru buku Pure Saturday

Suksesnya penjualan buku Based on a True Story Pure Saturday-nya jurnalis Idhar Resmadi yang terbit 2013 silam membuat dirinya kembali menghadirkan buku yang sama dengan cetakan yang baru. Tentunya, untuk penggemar buku musik terlebih Pure Saturday, cetakan baru ini harus dibeli karena di dalamnya ada cerita-cerita menarik yang belum sempat diceritakan di cetakan lamanya.

Bagi kalian yang belum tahu, Based on a True Story Pure Saturday adalah buku biografi Pure Saturday yang awalnya diterbitkan Unkl Books (sebuah imprint penerbitan clothing company Unkl 347). Buku biografi Based on a True Story Pure Saturday bercerita tentang perjalanan karir selama hampir dua dekade dari salah satu pionir musik independen Indonesia asal Bandung ini. Sepak terjang mulai dari pengaruh musik britpop, pergerakan independen, hingga proses kreatif dalam setiap album dibahas tuntas dengan narasi kisah layaknya sebuah buku biografi.

Baca juga:  Penutupan Synchronize Festival: Dari Kasidahan, Keroncong, Metal dan Elektronika

Dengan alasan banyaknya permintaan akan dicetak ulang, akhirnya Idhar Resmadi pun mengeluarkan cetakan ulang buku ini dengan penerbit baru, Kepustakaan Populer Gramedia. Cetak ulang buku Based on a True Story Pure Saturday sendiri bertepatan dengan usia panjang band ini yang sudah menginjak 25 tahun.

Perbedaan antara buku edisi terbaru dengan versi sebelumnya yaitu dari segi ukuran dan font yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya yang lebih mirip buku saku (pocket book). Selain itu, ada tambahan kata pengantar dari salah satu pelaku musik indie pop Nishkra, yang juga merupakan mantan penulis musik di Ripple Magazine dan Trolley Magazine.

Yang menarik, dalam edisi terbarunya juga, ada satu bab baru yang berisi cerita tentang kondisi Pure Saturday pasca ditinggalkan kedua personelnya, ‘si kembar’ Adi (gitaris) dan Udi (drummer) akibat hijrah serta hubungan Pure Saturday dengan komunitas musik yang senantiasa mendukung dan menjadi perahu bagi keberlangsungan band ini.

Baca juga:  Pemutaran Serentak Film Jason Ranti, "Sesudah Pergaulan Blues"
Idhar Resmadi. Foto: Sandi Jaya Saputra

Melalui buku setebal 256 halaman ini, Idhar berharap semoga kisah Pure Saturday bisa memberikan sebuah peta masa lalu tentang hiruk pikuk musik Indonesia.

Buku ini sedianya akan diterbitkan tanggal 20 Mei, namun lewat instagramnya, Idhar Resmadi sudah membuka siapa saja pembaca terkhusus fans Pure Saturday untuk melakukan pra-pesan.

 

_______