Tepat Perayaan 25 Tahun, Buku Pure Saturday Dicetak Ulang

May 15, 2019

Suksesnya penjualan buku Based on a True Story Pure Saturday-nya jurnalis Idhar Resmadi yang terbit 2013 silam membuat dirinya kembali menghadirkan buku yang sama dengan cetakan yang baru. Tentunya, untuk penggemar buku musik terlebih Pure Saturday, cetakan baru ini harus dibeli karena di dalamnya ada cerita-cerita menarik yang belum sempat diceritakan di cetakan lamanya.

Bagi kalian yang belum tahu, Based on a True Story Pure Saturday adalah buku biografi Pure Saturday yang awalnya diterbitkan Unkl Books (sebuah imprint penerbitan clothing company Unkl 347). Buku biografi Based on a True Story Pure Saturday bercerita tentang perjalanan karir selama hampir dua dekade dari salah satu pionir musik independen Indonesia asal Bandung ini. Sepak terjang mulai dari pengaruh musik britpop, pergerakan independen, hingga proses kreatif dalam setiap album dibahas tuntas dengan narasi kisah layaknya sebuah buku biografi.

Dengan alasan banyaknya permintaan akan dicetak ulang, akhirnya Idhar Resmadi pun mengeluarkan cetakan ulang buku ini dengan penerbit baru, Kepustakaan Populer Gramedia. Cetak ulang buku Based on a True Story Pure Saturday sendiri bertepatan dengan usia panjang band ini yang sudah menginjak 25 tahun.

Perbedaan antara buku edisi terbaru dengan versi sebelumnya yaitu dari segi ukuran dan font yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya yang lebih mirip buku saku (pocket book). Selain itu, ada tambahan kata pengantar dari salah satu pelaku musik indie pop Nishkra, yang juga merupakan mantan penulis musik di Ripple Magazine dan Trolley Magazine.

Yang menarik, dalam edisi terbarunya juga, ada satu bab baru yang berisi cerita tentang kondisi Pure Saturday pasca ditinggalkan kedua personelnya, ‘si kembar’ Adi (gitaris) dan Udi (drummer) akibat hijrah serta hubungan Pure Saturday dengan komunitas musik yang senantiasa mendukung dan menjadi perahu bagi keberlangsungan band ini.

Idhar Resmadi. Foto: Sandi Jaya Saputra

Melalui buku setebal 256 halaman ini, Idhar berharap semoga kisah Pure Saturday bisa memberikan sebuah peta masa lalu tentang hiruk pikuk musik Indonesia.

Buku ini sedianya akan diterbitkan tanggal 20 Mei, namun lewat instagramnya, Idhar Resmadi sudah membuka siapa saja pembaca terkhusus fans Pure Saturday untuk melakukan pra-pesan.

 

_______

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; redaktur pelaksana di Pophariini, penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat beberapa album.

Eksplor konten lain Pophariini

5 Alasan MALIQ & D’Essentials Enggak Bubar

Menyambut perilisan album baru MALIQ & D’Essentials, Can Machines Fall In Love? tanggal 30 Mei 2024, kami menemui mereka di sela-sela waktu latihan hari Selasa (21/05) di studio Mad Haus.   View this post …

Pudar Lanjutkan Karier Bermusik dengan Merilis 3 Single Sekaligus

Setelah terinspirasi Weezer untuk single “Satuperdua” yang meluncur tahun lalu, kini Pudar langsung merilis 3 single sekaligus dengan memakai nama band sebagai judulnya. Di antara judul-judulnya seperti “Buatlah Kelam Terdiam”, “Dalam Pertanda”, dan “Ruang …