10 Album Indonesia Favorit Kuartal Pertama 2023

Apr 4, 2023

Baru masuk kuartal pertama 2023, kami sudah mendengarkan banyak sekali materi musik yang baru. Materi yang rilis dalam bentuk single, album mini, maupun album penuh oleh band atau musisi Indonesia. 

Saat ini banyak pula band yang sudah kembali masuk rekaman. Di antaranya Amerta dan Fourtwnty. Namun, masih banyak pula musisi yang kami nantikan seperti yang pernah tertulis di sini.

Tentu untuk memilih mana yang terfavorit, artikel ini memang terbilang dini. Daftar keluar lebih awal tak lain bentuk apresiasi terhadap musik Indonesia. Simak 10 album yang terdiri dari album mini dan album penuh di bawah ini.


Cease, See, Seize – Dried Cassava

Dalam dua album sebelumnya, Dried Cassava terdengar lebih bluesy dengan energi berlebih dalam komposisi musik riuh yang cenderung tertebak. Dalam Cease, See, Seize semua itu binasa dan muncul lebih laidback dan joget-able. Raungan distorsi dengan bas dan drum bising hilang. Berganti riff gitar funky bersahutan yang rapih. Bas dan drum juga menunjukkan kerja sama yang sangat baik dengan menghasilkan ritem yang mengunci dan sangat padat. Menarik bagaimana dalam album ini komposisi dominan bas, gitar, drum bisa saling bersahutan rumit. namun tetap terdengar ringan dan ngepop.

Baca selengkapnya di sini.

 

SINCERELY FOREVER – Atlesta

Sulit untuk tidak membandingkan SINCERELY FOREVER dengan album sebelumnya, Gestures (2017) yang sangat terkonsep itu. Baik dari artwork, desain, tipografi, video, website dan merchandise-nya. Terlebih bahwa dalam Gestures, Fifan Christian aka Atlesta melakukan eksplorasi yang sangat maksimal. Tapi menyenangkan melihat Fifan menemukan kembali jalan artistiknya dan bisa lepas dari bayang-bayang Gestures dengan SINCERELY FOREVER ini. 

Baca selengkapnya di sini.

Cease, See, Seize – Dried Cassava dan SINCERELY FOREVER – Atlesta adalah pilihan dari Anto Arief.

 

Rimpang – Efek Rumah Kaca

Resep keren Rimpang bukan hanya terdapat pada kekompakan mereka sebagai sebuah entitas, bukan Cholil dan Akbar semata sebagai penulis lagu. Tanpa menafikan peran mereka berdua, Rimpang adalah tentang bassist Poppie Airil dan gitaris Reza Ryan, dua elemen baru di ERK (catatan: Rimpang adalah album pertama Poppie dan Ryan). Duo maut ini terbukti mampu memercikkan bias warna bagus ke kanvas musik ERK.

 

Gushing – Crayola Eyes

Gushing sama sekali tidak memberikan pengalaman teknikal atau virtuoso yang sebelumnya saya dengarkan dari lagu-lagu ‘heavy psychedelia’ yang hanya menyajikan hebatnya distorsi dan permainan gitar belaka tanpa tema. Fakta bahwa Crayola Eyes hanyalah musisi yang justru ingin menyajikan musik dengan teksturnya justru lebih penting untuk dinikmati ketimbang elemen-elemen lain yang mungkin anda ingin harapkan di sebuah komposisi rock psikedelik.

Baca selengkapnya di sini.

Rimpang – Efek Rumah Kaca dan Gushing – Crayola Eyes adalah pilihan dari Wahyu Acum.

 

Sigma – Once Mekel

Album Sigma dibuka dengan single yang rilis tahun lalu “Ditentukan Untuk Bersama”. Once dengan suara yang memang satu-satunya dia yang punya, tak pernah gagal dalam mengindahkan nyanyian. Album berdurasi lebih dari 30 menit ini jauh dari bosan. Apakah ia mendapatkan perhatian lebih dari para pendengar musik Indonesia di tengah ramainya karya bagus? Saya masih menjagokan.

Baca selengkapnya di sini.

 

Nodus Tollens – Humidumi

Humidumi merilis album mini Nodus Tollens di usia 11 tahun karier mereka. Saat mendengarkan 5 lagu di album ini seperti ada unsur nostalgia. Kemudian materi diperindah dengan kolaborator-kolaborator yang tepat pula. Saya menjagokan lagu kolaborasi Humidumi dengan Christabel Annora dalam “Spasial Temporal” dan Muhammad Arief dari rumahsakit dalam “Gejala Anhedonia”.

Baca selengkapnya di sini.

Sigma – Once Mekel dan Nodus Tollens – Humidumi adalah pilihan dari Pohan.

 

Endlessly – TheOvertunes (EP)

EP Endlessly menjadi pembuka rangkaian di sepanjang tahun 2023 dari TheOvertunes yang menyenangkan, mengingatkan kembali akan bentuk musik mereka yang sederhana, yang tidak perlu berusaha terlalu keras untuk menemukan (dan ditemukan) pendengarnya.

Baca selengkapnya di sini.

 

Saint – Collapse (EP)

Ada dua hal yang patut dirayakan dari kembalinya Collapse melalui EP Saint. Pertama adalah formasi yang kini dihuni oleh Mario Panji (Leipzig), Hasbi Erlangfa (Haul), Angga Kusuma (Ssslothhh), dan Satria Gustian (Lizzie), serta Andika Surya sendiri. Kedua adalah keseluruhan materi yang memuat lirik berbahasa Indonesia. Eksplorasi bermusik yang cukup signifikan, mengingat bahwa materi-materi dari EP Grief didominasi oleh bahasa Inggris.

Baca selengkapnya di sini.

Endlessly – TheOvertunes (EP) dan Saint – Collapse (EP) adalah pilihan dari Raka Dewangkara.

 

Eternal – Morgensoll

Album yang membuka tahun 2023 dengan penuh kegelapan. Empat nomor di dalamnya menceritakan kisahnya masing-masing lewat riff dan nuansa yang dibangun. Lewat album ini, Morgensoll tidak hanya membuktikan skill tiap personel dalam memainkan instrumennya, namun juga menunjukan kelihaian mereka dalam menulis lagu dan mengonsep album itu sendiri.

Baca selengkapnya di sini.

 

Fresh Grad – taRRkam

Delapan tahun bermusik, taRRkam akhirnya berhasil merilis album perdananya yang sangat dinantikan. Selain formula musik punk ala taRRkam yang memang dari awal nyeleneh, Fresh Grad menghadirkan beberapa elemen yang menambah kekuatannya. Seperti bebunyian synthesizer dari personel baru, Denny ‘Banon’ Aulia, dan permainan saksofon oleh Alfa Shidqi dari The Regards untuk lagu “Kelas taRRkam”.

Baca selengkapnya di sini.

Eternal – Morgensoll dan Fresh Grad – taRRkam adalah pilihan dari Gerald Manuel.


 

1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
Rian
Rian
1 year ago

Ga ada SIMILAR?

Eksplor konten lain Pophariini

Lirik Lagu Matimuda Jenny adalah Doa Hidup Panjang dan Bermanfaat

Farid Stevy FSTVLST adalah salah satu nama yang langsung terpikir saat membahas penulis lirik berbahasa Indonesia terbaik. Paling tidak buat saya sebagai penulis artikel ini. Menyambut lusa yaitu Senin hari yang tak kalah sibuk, …

Pudar Lanjutkan Karier Bermusik dengan Merilis 3 Single Sekaligus

Setelah terinspirasi Weezer untuk single “Satuperdua” yang meluncur tahun lalu, kini Pudar langsung merilis 3 single sekaligus dengan memakai nama band sebagai judulnya. Di antara judul-judulnya seperti “Buatlah Kelam Terdiam”, “Dalam Pertanda”, dan “Ruang …