Kolaborasi Antar Musisi Yang Mungkin ‘Terlewatkan’

241
Kolaborasi
Ada begitu banyak kolaborasi, beberapa nyaris terlupakan.

Kolaborasi musik adalah hal yang tidak dapat dilewatkan begitu saja di perjalanan musik Indonesia selama ini. Entah itu dari sisi ‘mainstream’ atau pun ‘sidestream’, pasti terselip kolaborasi yang mengagumkan – dan bahkan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Mari kita bicara mengenai kolaborasi yang sempat membuat geger dalam beberapa tahun lalu. Sebuah kolaborasi antara Efek Rumah Kaca dengan Barasuara di medio 2015. Menjadi heboh, karena pada saat itu Barasuara baru saja muncul dengan album perdananya, Taifun yang respon positifnya bertebaran dimana-mana. Momen kolaborasi antar kedua entitas ini banyak diabadikan di media sosial – salah satunya oleh Sounds From The Corner dan masih bisa disaksikan berselang 5 tahun berlalu.

 

Setelahnya, kami menemukan banyak kolaborasi yang menghiasi perjalanan di tiap tahunnya. Mulai dari Danilla dengan Tigapagi, Stars and Rabbit dengan Bottlesmoker, Sal Priadi dengan Nadin Amizah, RAN dengan Hindia, dan masih banyak lagi.

Itu baru contoh dari sisi ‘side-stream’. Dari sisi ‘mainstream’, sebuah kolaborasi antara mendiang Glenn Fredly, Tulus dan Yovie Widiyanto di lagu “Adu Rayu” juga menjadi satu yang paling diperbincangkan di tahun lalu. Sementara, jika mundur ke 2017, kolaborasi Raisa dan Isyana Sarasvati dalam “Anganku Anganmu” juga menyedot perhatian khalayak.

Saking banyaknya kolaborasi antar musisi yang pernah terjadi, pasti ada saja sebuah kolaborasi yang mungkin terlewat – atau bahkan terlupakan oleh kalian semua. Kali ini, kami mencoba merangkum beberapa di antaranya.


 

Andien & DEKAT

Oktober tahun lalu, sebuah kolaborasi antara Andien dan grup musik DEKAT terjadi. Mereka merilis sebuah single bertajuk “Somewhere in Tajikistan”, yang terinspirasi dari sebuah perjalanan Everything in Between, bersepeda dari Belanda hingga Indonesia, melewati 23 negara, termasuk Tajikistan.

 

Teenage Death Star & Wahyu Acum (Bangkutaman) & Widi Puradiredja (MALIQ & D’Essentials)

Siapa sangka, bahwa ketiga nama yang tersebut di atas pernah menjalin sebuah kolaborasi yang mungkin tidak banyak yang tahu. Sebuah rilisan kaset dari band rock ‘n roll Teenage Death Star di tahun 2014 lalu adalah hasil akhir dari kolaborasi tersebut. Bertajuk “The Early Years 88-91”, 14 nomor yang hadir di kaset ini juga memuat beberapa bagian yang diisi oleh Wahyu Acum dan juga Widi Puradiredja.

Dirilis oleh FFWD Records, Wahyu Acum mengisi beberapa bagian bass dan juga flute, sementara Widi mengisi bagian drum. Sebuah kolaborasi yang mengagetkan, bukan?

 

Sentimental Moods & Sari Sartje (White Shoes and The Couples Company)

Pada tahun 2014 lalu, Sentimental Moods merilis sebuah mini album bertajuk November 10. Mini album yang berisikan 4 lagu cover dari lagu-lagu perjuangan nasional ini turut memuat suara Sari Sartje, vokalis White Shoes and The Couples Company dalam lagu “Jembatan Merah” karya Gesang.

Kolaborasi ini tak berhenti sampai disitu. Setelahnya malah terjadi kolaborasi antara White Shoes and The Couples Company dengan Sentimental Moods dalam sebuah acara di Gudang Sarinah pada tahun 2015. Kolaborasi ini juga terekam dengan apik oleh Sounds From The Corner.

 

 

Pure Saturday & Yockie Suryo Prayogo

Di tahun 2013, mendiang Yocki Suryo Prayogo pernah mengisi beberapa bagian dari dua nomor di album keempat Pure Saturday, Grey. Dua nomor tersebut ialah “The Horsemen” dan “Albatross”.