Album Favorit Pop Hari Ini Selama Setengah Tahun 2020

Jul 25, 2020

Beberapa kali memang sudah terucap, bahwa tahun 2020 ini adalah tahun yang sangat tidak menyenangkan. Tentunya mengagetkan, jika mengingat bahwa tahun 2019 adalah tahun yang meriah (walau juga ada beberapa yang menyedihkan, namun ya sudahlah, tahun ini lebih sedih). Banyak di antara mereka yang juga bersiap menghadapi tahun 2020 dengan rencana-rencana mutakhir yang sudah digodok dan tentunya rasa optimis yang melambung tinggi.

Semua terasa normal hingga ¼ tahun dilewati, hingga akhirnya sudah kita ketahui bersama bagaimana kelanjutannya hingga saat ini. Kaget? Tentu saja.

Jika melihat dari lingkup yang lebih luas, berapa banyak mimpi-mimpi dan rencana yang mesti ditunda – atau bahkan batal? Juga jika melihat dari sisi industri musik saat ini, berapa banyak dari mereka yang mesti kehilangan panggung, membatalkan showcase dan rencana tur, dan bahkan kehilangan penghasilan utama?

Narasi yang akan kalian baca sehabis ini mungkin terasa tidak asing, karena memang sudah pernah tertulis sebelumnya. Terasa atau tidak, tahun 2020 ternyata sudah berjalan hampir separuhnya. Meskipun tidak dipungkiri bahwa ‘awan hitam’ masih menggelayuti langit dan nampak belum ada tanda-tanda akan memutih, namun setidaknya ada beberapa hal menyenangkan yang mampir di antara ‘awan hitam’ tersebut.

Sepanjang setengah tahun 2020 ini, setidaknya ada hampir 30 rilisan terbaru – dalam hal ini, album, dari para musisi lokal yang tercatat di redaksi kami. Album-album tersebut, entah itu full album, mini album, live album, maupun EP, seakan menjadi angin segar bagi industri musik lokal – yang memang juga terkena dampak dari ‘awan hitam’ tersebut.

Jika sebelumnya kami merangkum beberapa kontingen dari live album selama setengah tahun 2020 ini, maka kali ini kami – tim redaksi,  memilih 10 album favorit kami dari rilisan-rilisan lokal yang hadir pada setengah tahun ini. Ngomong-ngomong, 10 nomor yang kami tulis di bawah ini bukan sesuai peringkat ya. Berikut adalah diantaranya:

 

Selamat Ulang Tahun – Nadin Amizah

Sampul album Nadin, Selamat Ulang Tahun

Album perdana dari Nadin Amizah ini menjadi satu yang mengagetkan ketika ‘tiba-tiba’ hadir pada akhir Mei lalu. Penempatan kalimat ‘tiba-tiba’ yang kami tuliskan pun bukan tanpa alasan, karena memang hadirnya Selamat Ulang Tahun ini tanpa ‘woro-woro’ hingar-bingar bentuk promosi di berbagai media sosial seperti layaknya nama-nama musisi lainnya. Jika ada penanda hadirnya album ini, mungkin hanyalah postingan Nadin di Instagramnya yang berupa foto USG, beberapa hari sebelum albumnya rilis, yang membuat para penggemarnya kaget bukan kepalang.

 

Zirah (Self Titled) – Zirah

Sampul album Zirah, “Zirah”

Semejak kemunculan kuartet rock asal Jakarta ini pada medio 2 tahun kebelakang, akhirnya mereka resmi merilis EP perdananya, Zirah (self titled) pada awal tahun 2020 ini, di bawah bendera Rekaman Pots, yang juga turut membawahi nama-nama seperti Rachun. MRT, Radikal Ideologi, dan beberapa nama lainnya. EP ini hadir dengan 6 nomor, dimana keenam nomor tersebut membawa ciri khasnya tersendiri. 

Satu yang menjadi bahan pembicaraan, bagaimana single “Pusaka Pertiwi” – yang lebih dulu rilis pada pertengahan tahun 2019 lalu, membawa kisah mengenai sang drummer yang sering masuk angin dan bergantung kepada minyak tawon sebagai penangkalnya.

Namun sangat disayangkan, beberapa hari lalu, Zirah mengumumkan bahwa sang vokalis, Alyssa Isnan, sudah tidak bersama mereka lagi.

 

Raisa Live in Lapangan Banteng (Sounds From The Corner) – Raisa

Sampul album Raisa, Live in Lapangan Banteng (Sounds From the Corner)

Sebelum rilis dalam format digital, sebenarnya ini adalah sebuah sesi live dari Raisa menyanyikan beberapa lagunya di Lapangan Banteng, bekerja sama dengan Sounds From The Corner. Video tersebut perdana mengudara pada Maret lalu, hingga akhirnya pada Juni lalu, format digitalnya sudah bisa kita simak di Spotify dan kawan-kawannya.

Tahun 2020 menjadi tahun yang spesial bagi Raisa, mengingat bahwa tahun ini adalah tahun kesepuluhnya berada dan berkiprah di industri musik Indonesia. Andai keadaan segera membaik, semoga pada November mendatang kita bisa menyaksikan konser tunggalnya di Gelora Bung Karno.

 

Album Terbaik di Tata Surya – Mamang Kesbor

Sampul album Mamang Kesbor, “Album Terbaik Di Tata Surya”

Terlepas dari hadirnya album ini di sebuah platform yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh siapapun, namun Album Terbaik di Tata Surya ini menyita perhatian kami dengan lirik jenaka dan ketukan-ketukan segar, tentunya dengan trademark Mamang Kesbor sendiri.

Secara garis besar, nomor-nomor yang hadir di album ini membawa kisah yang lumrah dijumpai di lingkungan kalian saat ini. Ambil contoh pada single “Amer”, dimana fenomena anak muda saat ini yang kembali menggandrungi minuman tersebut dan tak jarang mengumbar ‘kenakalan’ mereka di media sosial. Nomor-nomor lainnya seperti “Emo Night”, “Lagu Adlibs”, hingga “Sebat Dulu” juga menjadi jagoan kami dari album ini.

 

FSTVLST II – FSTVLST

Sampul Album FSTVLST – FSTVLST II

Sebenarnya, kabar mengenai akan segera hadirnya album kedua FSTVLST ini memang sudah beredar sejak beberapa waktu yang lalu, namun hanya sekedar kabar lalu tanpa ada penanda yang jelas. Sama seperti Nadin, kita disuguhkan dengan ‘tiba-tiba’ hadirnya FSTVLST II pada 15 Juni lalu.

Mereka secara resmi merilis seluruh materi album kedua mereka melalui situs resmi mereka di www.fstvlst.id. Beberapa waktu setelahnya, FSTVLST II juga resmi hadir di berbagai layanan streaming musik lainnya. 

 

Solipsism – Pamungkas

Sampul Album Pamungkas, “Solipsism”

Album ketiga dari Pamungkas ini menjadi salah satu lagi bukti dari super produktifnya Pam sebagai musisi. Mengingat bagaimana dalam rentang waktu 2018 hingga 2020, dirinya sudah menelurkan 3 album, 1 live album, 1 remix album, tur dan panggung-panggung yang tak terhitung, sepertinya cukup menjadi alasan mengapa kami menyebut dirinya sebagai sosok musisi yang super produktif.

Sebelum hadirnya Solipsism ini, Pamungkas juga merilis versi audio dari The End of Flying Solo Era Concert, dimana ini adalah sebuah konser virtual penutup dari kedua album terdahulunya dan sebagai titik awal mulainya album ketiga, Solipsism. Bicara mengenai Solipsism, kami juga sudah pernah mengulas album tersebut. Simak selengkapnya di sini.

 

Berhati – Sal Priadi.

Juga sama seperti Nadin dan Zirah, Sal resmi melepas album perdananya di tahun ini. Dengan judul Berhati, dirinya mengungkapkan bahwa album ini merupakan hasil buruan Sal sepanjang tahun. “Berhati adalah sebuah album musik bertema romansa; adalah hasil perburuanku sepanjang tahun dari nyawa kisah pengalaman sekitar yang aku tarik dari akar penceritanya, lalu aku rakit kembali dalam remang kamarku.”

Berhati hadir dengan 11 nomor di dalamnya. Beberapa single yang dirinya sudah keluarkan lebih dulu, seperti “Melebur Semesta”, “Kultusan”, hingga “Ikat Aku di Tulang Belikatmu” juga menjadi diantara 11 nomor tersebut yang turut hadir di dalamnya. Selang 5 bulan dari lahirnya Berhati, 9 Juli lalu Sal melepas single terbarunya, “Irama Laot Teduh”. Menjadi awal dari sebuah trilogi baru, dimana pada tahun ini, Sal berencana untuk menjalankan proyek musikal bertajuk Kumpulan Lagu Cinta Vol.1, yang memuat 3 single.

Berhati dari Sal Priadi juga sudah bisa didengarkan di berbagai layanan streaming musik yang tersedia.

 

Dari Balik Jendela – Monita Tahalea

Sampul album Monita Tahalea, “Dari Balik Jendela”

“Selama 5 tahun perjalanan setelah album ke-2, aku memasuki musim kehidupan yang berbeda lagi. Mulai dari aku banyak manggung, lalu kehidupan sebelum menikah dan setelah menikah.” Kira-kira itulah sedikit cerita mengenai hadinya album terbaru dari Monita ini, Dari Balik Jendela. Mengenai tema lagu-lagu yang terdapat di album, Monita bercerita tentang angan dalam suatu ruang waktu. Ia berharap, setiap orang yang mendengarkan memiliki makna ‘dari balik jendela’-nya masing-masing.

Nama-nama dibalik album ini pun juga tidak asing lagi. Monita turut menggaet Indra Perkasa selaku produser dan music arranger, juga turut dibantu oleh Ananda Badudu, Bayu Risa, Theoresia Rumthe, dan Yosua Gian. Jika kalian mengingat Monita dengan Dandelion, maka kalian akan kaget ketika mendengarkan Dari Balik Jendela.

 

No Make Up – Coldiac

Sampul album Coldiac, “No Make Up”

Teman-teman dari Malang ini nampaknya mengagetkan beberapa penikmat musik lokal dengan kabar-kabar terkait mereka di awal tahun ini. Dimulai dari bergabungnya mereka dengan Juni Records, hingga kemunculan album ini, No Make Up. Juga menjadi kabar yang panas, ketika mendengar bahwa album tersebut turut diproduseri oleh Petra Sihombing dan Heston Prasetyo.

No Make Up juga sempat kami ulas pada April lalu, ulasan langsung dari pimpinan redaksi kami, Anto Arief. Baca selengkapnya di sini.

Tujuh nomor dari No Make Up ini juga sudah bisa didengarkan di berbagai layanan streaming musik yang tersedia.

 

Rainbow Aisle – Stars and Rabbit

Ini merupakan chapter terbaru dari perjalanan diskografi Stars and Rabbit, dimana judul dari chapter ini adalah babak baru setelah perubahan formasi. Sebagai kilas balik, sang gitaris, Adi, resmi mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Didit Saad, yang tidak lain dan tidak bukan adalah produser mereka sendiri.

Rainbow Aisle juga turut hadir dengan rangkaian tur Asia, dimana Stars and Rabbit akan melewati 5 kota, dimulai dari Taipei, Dua kali mentas di Tokyo, berlanjut ke Busan, dan menutup rangkaian di Jakarta. Entah ini bisa dibilang ‘beruntung’ atau tidak, tapi mereka termasuk yang beruntung karena bisa menyelesaikan rangkaian turnya sebelum pandemi datang.

Setelah Rainbow Aisle rilis, mereka juga akhirnya merilis versi audio dari laga penutupan tur mereka di M-Bloc.

Sama seperti beberapa nama yang sudah disebutkan di atas, kami juga sempat mengulas album terbaru dari Stars and Rabbit ini.

 

Persembahan Dari Masa Lalu – Romantic Echoes

Setelah dibuat penasaran sejak November tahun lalu akibat munculnya ‘cicilan’ single-single dari proyek solo J.Alfredo alias vokalis dari Pijar, akhirnya kita bisa mendengarkan secara utuh dari album perdananya, di bawah moniker Romatic Echoes.

Persembahan Dari Masa Lalu resmi diperdengarkan kepada publik pada 19 Juni lalu. Hadir dengan tema besar seputar cinta dan romansa, di mana J.Alfredo dengan lihai membalut tiap cerita ‘masa lalu’-nya dengan lirik-lirik sederhana dan nada-nada yang menyejukkan. Tidak berlebihan bila dirasa keunikan songwriting-nya menjadi angin segar bagi musik pop di Indonesia saat ini.

Album ini juga turut terdapat beberapa kolaborator seperti Noh Salleh, Bilal Indrajaya,  Dalilektra dan MaxxNara.

 

____

Penulis
Raka Dewangkara
"Bergegas terburu dan tergesa, menjadi hafalan di luar kepala."

Eksplor konten lain Pophariini

Gavendri – Should I | GOODLIVE Sessions

Di akhir bulan Agustus lalu, Gavendri kembali melepas satu lagi nomor yang membawa warna terbaru dari perjalanan bermusiknya, peralihan dari pop ke R&B.

Tiga Nama di Edisi Kedua Album Kompilasi Sun Eater

Setelah melepas edisi perdananya di bulan Agustus lalu, kali ini Sun Eater kembali melepas edisi keduanya dari album kompilasi ini.