10 Album Indonesia Terbaik 2020 Versi Pophariini

3446

Joe Million, dengan beringas dan lugas membungkus perjalanannya dalam sebelas nomor.


 

5. Hondo – The Hike to Kamadela.

Tidak banyak penyanyi – yang betul bernyanyi – mampu menulis lagunya sendiri, memproduseri dan memproduksi lagu-lagunya dengan sangat baik. Semua itu terjadi dalam album The Hike to Kamadela. Tapi, untuk yang terbiasa dengan instrumen lazim musik popular akan perlu kesabaran yang lebih dalam menyimak The Hike to Kamadela ini.

Untungnya, Hondo tidak terjebak menggunakan progresi kord nyeleneh dan memilih kord sederhana, tentunya dengan sesekali melebar sehingga terdengar berwarna dan menarik. Makanya, lagu-lagu di The Hike to Kamadela menjadi menarik. Angkat topi untuk peran Kamga sebagai produser lagu-lagu Hondo.

Simak resensi selengkapnya di sini.


 

6. Sajama Cut – GODSIGMA.

Album kelima dari Sajama Cut ini menawarkan sesuatu yang sudah lama tidak ditawarkan oleh mereka, yakni lagu-lagu yang orientasinya adalah untuk dimainkan di panggung, bukan seperti album-album terdahulu yang berorientasi ke studio.

Maka dari itu, tidak kaget jika GODSIGMA hadir dengan energi maksimum, lagu-lagu yang ngebut, seperti sebuah jaminan bahwa panggung mendatang mereka akan penuh keringat dari mereka yang turut sing-along dari nomor-nomor di GODSIGMA.

Simak resensi lengkapnya di sini.


 

7. Ras Muhamad – Satryo

Di album internasional ketujuhnya ini, Ras memadukan unsur Jawa, Arab, dan filosofi Islam dalam balutan musik Jamaika, tepatnya dancehall (reggae hip-hop) yang menjadi khasnya. Ras berhasil meleburkan isu-isu di Indonesia, gejolak religius dirinya dengan tanpa melupakan akar musik reggae dan di depan audiens internasional.

Semua itu, menjadikan sosoknya orisinal sebagai musisi reggae baik di Indonesia, maupun kancah internasional. Semua itu ditunjang oleh karakter vokal dan cengkok Ras yang terdengar semakin matang, baik saat bernyanyi ataupun melakukan toast (rapping Jamaika).

Simak resensi lengkapnya di sini.


 

8. Pamungkas – Solipsism

Banyak surat yang tak sampai di tangan kekasih. Hanya terlihat melayang di udara selama tahun 2020. Pamungkas menuliskan segalanya di darat. Tanpa ragu mempresentasikan apa yang dirasakan, itu pula yang disampaikan dengan musik dan lirik yang tepat pada sasarannya. Lagi-lagi perasaan. Ia memakai teori atas diri sendiri yang sesungguhnya. Suka dan duka, kehidupan, keseharian hati, maka yang terbaik soal pandemi adalah kenangan mendengarkan album ini.

Simak resensi lengkapnya di sini.


 

9. Rollfast – Garatuba

Garatuba bukan sekadar pamer kekuatan dan agresivitas musik, bukan juga sebuah upaya menjadi aneh atau snob. Ada semacam penyampaian pesan bahwa anak-anak muda ini memang sedang meleburkan batas yang dimainkan oleh stereotip sebuah album rock.

Simak resensi lengkapnya di sini.


 

10. Mamang Kesbor – Album Terbaik di Tata Surya

Secara keseluruhan, Mamang Kesbor dengan jenaka (serta brilian, tentunya) membalut problematika dan fenomena anak muda yang tidak jarang kita temui dalam setiap fase kehidupan. Lirik-lirik super sederhana, tanpa berusaha terlihat menjadi yang paling keren, menjadi satu lagi ‘masterpiece’ terbaru dari Mamang Kesbor.

Rasanya menyenangkan, mendengarkan mendengarkan lagu-lagu dengan lirik-lirik ‘sompral’ seperti ini, seperti yang bagaimana Mamang Kesbor suguhkan di Album Terbaik di Tata Surya ini.

Simak resensi lengkapnya di sini.

 


 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments