In Memoriam: Musisi yang Meninggalkan Kita di 2020

443
Musisi yang Meninggalkan Kita di 2020

Selalu ada suka dan duka di tiap tahunnya. Jika berbicara mengenai duka, tahun 2020 lalu memang membawa lukanya sendiri. Datangnya pandemi, memang menjadi puncak dari duka tersebut.

Duka tersebut, juga dibarengi dengan hilangnya beberapa warna dari musik tanah air yang pergi meninggalkan kita, menyisakan duka dan kenangan yang mendalam.

Berikut ini, adalah penghormatan terakhir dari Pop Hari Ini, untuk para musisi yang meninggalkan kita di tahun 2020 lalu.


Givari Mustika Putra (Polyester Embassy)

Givari Mustika Putra. / Dok: Polyester Embassy.

Di bulan Februari lalu, kabar duka datang dari Bandung. Drummer dari Polyester Embassy, Givari Mustika Putra berpulang. Menurut keterangan sang istri – seperti yang dikutip oleh gitaris Polyester Embassy, Elang Eby – almarhum Givari meninggal dunia karena serangan jantung. Almarhum Givari, adalah salah satu personel awal dari Polyester Embassy yang dibentuk pada tahun 2000 silam.

Simak cerita selengkapnya.

 

Rama Aiphama

Rama Aiphama. / Dok: YouTube.

Semasa hidupnya, penyanyi yang bernama asli Sayyid Mohammad bin Syagab Al-‘Idrus itu menelurkan beberapa tembang yang hits pada masanya, diantaranya lagu “Dinda Bestari”, “Lambaian Bunga”, dan “Fatwa Pujangga”. Selain tembang-tembang yang hits, almarhum Rama Aiphama dikenal dengan pakaian nyentrik dengan warna-warna colorful menjadi ciri khas di tiap penampilannya.

Simak cerita selengkapnya.

 

Oding Nasution

Oding Nasution. / Dok: Oding Nasution.

Di dunia musik tanah air, almarhum Oding Nasution dikenal sebagai seorang gitaris yang pernah memperkuat beberapa band. Diantaranya adalah Gypsy (yang kemudian berkembang menjadi Guruh Gypsy), dimana almarhum Oding bermain bersama ketiga saudaranya, Keenan Nasution, Gauri Nasution, dan almarhum Debby Nasution.

Oding Nasution: Gitar, Blues dan Guruh Gipsy

 

Glenn Fredly

Glenn Fredly. / Dok: Istimewa.

Almarhum Glenn Fredly, adalah bagian dari sejarah manis musik tanah air. Dunia seolah terhenti ketika kabar berpulangnya almarhum Glenn beredar. Jasa-jasa dari almarhum Glenn tidak bisa dihitung jari. Sepanjang karir bermusiknya, deretan lagu-lagu hitsnya yang menjadi bagian dari kenangan setiap pendengarnya, juga penghargaan dari dunia musik pernah ia raih. Almarhum Glenn juga dikenal sebagai sosok yang sangat humanis, dirinya juga turut andil dalam menciptakan ekosistem musik di Indonesia agar berjalan lebih sehat. Di bulan Juni lalu, karya terakhir dari Almarhum Glenn resmi diumumkan oleh Bumi Entertainment. Sebuah single bertajuk “Ada”, menjadi karya terakhir dari Glenn.

Mengenang Glenn Fredly, Sosok Musisi Humanis

 

Andy Ayunir

Andy Ayunir. / Dok: Facebook Andy Ayunir.

Sepanjang hidupnya, almarhum Andy Ayunir berkarier sebagai desainer musik, baik sebagai produser, arranger, komposer, maupun programer musik. Karya musiknya telah terekam bersamaan dengan lagu-lagu pada album banyak penyanyi terkenal, mulai dari Titi DJ, Ruth Sahanaya, Anggun C. Sasmi, KLA Project, Padi, Ada Band, Gigi, Potret, Melly Goeslaw, Denada, Shelomita, Dewi Sandra, Rotor, Stanley Sagala, Ahmad Albar, Harry Moekti, Sophia Latjuba, Nia Zulkarnaen, EdanE, Dewi Gita, Ipang, /rif, dan banyak penyanyi tanah air lainnya.

Simak cerita selengkapnya.

 

Erwin Prasetya

Erwin Prasetya. / Dok: Istimewa.

Almarhum Erwin Prasetya, adalah salah satu pendiri dari DEWA 19 di tahun 1986. Nama dari DEWA 19 sendiri, merupakan akronim dari nama mereka berempat, yakni Dhani Ahmad (keyboard, vokal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum), dan Andra Junaidi (gitar). Petikan khas dari almarhum Erwin dapat didengarkan di seluruh lagu yang ada di album s/t DEWA 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), dan Cintailah Cinta (2002).

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments