2747

Kaleidoskop Musik Indonesia 2018 versi Pop Hari Ini

Kaleidoskop PHI

Tahun 2018 adalah tahun yang sangat berkesan bagi semua orang, dari pelbagai latar belakang, isu hoax yang kian santer di arena besar pilpres yang akan berlangsung awal tahun ini, bencana alam yang memukul ibu pertiwi bertubi-tubi dan berimbas kepada cucuran airmata di sana-sini. Tahun 2018, Indonesia melewati jalan setapak berbatu, berliku dan kadang berduri. Demikian halnya dengan musik Indonesia.

Musik Indonesia 2018 dihiasi aneka peristiwa. Sebagian besar berisi cerita duka tentang perginya pahlawan musiknya satu per satu. Diantara berita sedih tersebut tidak sedikit berita tentang prestasi musisi yang membanggakan, dari ukiran sejarah musisi tanah air di wajah musik dunia, dirilisnya rekaman-rekaman penting dalam sejarah musik tahun ini sampai ada juga cukilan seru dari kasus heboh seputar para musisi.

Baca juga:  Santa Monica dan 10 Tahun Curiouser

Meski ada banyak yang terlewat (semoga saja sih tidak), di Kaleidoskop Musik Indonesia dalam tema besar PHI Kaleidospop 2018, Pop Hari Ini mencoba merangkum semua cerita seru, sedih dan senang ini kepada pembaca setia sekalian. Inilah wajah Musik Indonesia 2018 dalam kenangan.

Selamat menikmati


J A N U A R I  

Perginya legenda

Januari 2018, awan hitam nampak menyelimuti dunia musik tanah air ketika salah satu legendanya, Yon Koeswoyo meninggal dunia pada hari ini, Jumat (5/1) pukul 05.50 WIB. Satu-satunya personil band legendaris Koes Plus yang tersisa ini menghembuskan napas terakhirnya di usia 77 tahun.

Menggoncang Laneway

Untuk pertama kalinya, band indierock asal Bandung Heals berlaga di festival internasional bergengsi, Laneway Festival yang digelar 27 Januari di Gardens by The Bay. Heals tercatat sebagai musisi Indonesia ketiga yang bermain di festival ini, setelah sebelumnya ada Bottlesmoker dan Stars & Rabbits.