3044

Kaleidoskop Musik Indonesia 2018 versi Pop Hari Ini

Lebih dekat dengan Numbers

Oktober ini mencatat album penuh dari trio Dekat bertajuk Numbers. Album yang digarap secara Do-It-Yourselves oleh personilnya: Tata, Chev dan Kamga ini mendapat atensi besar oleh penggemarnya yang mengorder album ini dengan cara crowdfunding lewat kolase.com Numbers, album ketiga Dekat sejak Memulai Kembali dan Meranggas adalah kisah perjalanan terbaru mereka yang penuh dengan kejutan.

 

Karier solo sang pengemis cinta

Joni Iskandar / dok. Joni Iskandar.

Nama Joni Iskandar sudah lengket dengan OM PMR, seakan tak bisa dipisahkan, namun ternyata fakta berkata lain. Penyanyi gondrong yang nyentrik dengan kacamatanya ini kerap dikeluarkan dari grup tersebut karena alasan perbedaan visi, sampai akhirnya ia benar-benar tak balik lagi. Tak berlama-lama, penyanyi yang beken lewat lagu “Bukan Pengemis Cinta” ini tampil dengan format grup orkes baru bernama Joni Iskandar’s Squad (Jois Squad).

 

Baca juga:  Album Ketiga Plastik Membungkus Kesepian, Melepaskan Kesalahan

Synchronize yang Makin Pecah

Raja Dangdut: Rhoma Irama di Synchronize Fest 2018 / foto: Pohan.

Tiap tahunnya, ajang Synchronize Fest selalu memberi kejutan, tak terkecuali pada gelaran tahun ini. Segenap musisi lokal Indonesia dari yang tak terdengar sampai yang punya nama diboyong dan dikumpulkan dalam satu arena bermain yang menyenangkan. Setengah lusin panggung dari super besar sampai yang super sejak disediakan untuk menguras adrenalin penonton. Nama-nama legenda seperti Rhoma Irama dan Soneta, Dewa 19 Reunion, Padi dan Jamrud terbukti menguras ribuan penonton untuk bernostalgia.

 

Berdisko Sampai ke Tokyo

Dengan semangat, “mempopulerkan kultur pesta dengan lagu Indonesia ke dunia luar” Diskoria, komunitas dan unit kolektor piringan hitam/disjoki spesialis lagu klasik disko Indonesia mengumumkan tur Jepang pertamanya di 3 titik di Tokyo, pertengahan Oktober ini. Acara ini menandakan perjalanan Suara Disko sebagai komunitas penggagas pesta disko Indonesia yang memasuki tahun ke 4, dan juga penampilan perdana dengan musi membawa musik-musik klasik disko Indonesia ke dunia luar.