3033

Kaleidoskop Musik Indonesia 2018 versi Pop Hari Ini

A P R I L

Menuju Galaksi Palapa 

Menuju Galaksi Palapa yang digarap sutradara asal Medan, Hasbi Siputahar adalah kali pertama trio pemadat distorsi ini membuat filmnya sendiri. Yang menarik di acara pemutaran perdananya yang berlangsung di dalam bioskop CGV Grand Indonesia, Kelompok Penerbang Roket memperkenalkan untuk pertama kalinya beberapa lagu baru yang ada di mini album Galaksi Palapa yang belum lama ini dirilis.



M E I

Mengapresiasi Harry Roesli 

Album Ken Arok dari musisi legenda asal Bandung, Harry Roesli dihidupkan kembali dalam format piringan hitam label asal Jakarta, La Munai. Album yang juga masuk dalam 150 album terbaik versi Rolling Stone Indonesia ini dipandang sebagai satu dari album rock opera pertama di Indonesia. Dirilisnya album ini menjadi catatan tersendiri bagaimana generasi muda mengapreasi karya-karya mestro musik Indonesia yang terlupakan. 


J U N I

Kepergian ikon 80-an

Baca juga:  Santa Monica dan 10 Tahun Curiouser
Foto: Tempo

Bulan Juni awan hitam kembali menyelimuti musik Indonesia ketika mantan rocker gaek era 80-an, Hari Moekti menghembuskan nafas terakhirnya di RS Dustira Cimahi Bandung di hari Minggu (28 Mei) malam. Harry Moekti atau Harry Mukti punya catatan penting panjang dalam musik rock Indonesia sebagai penyanyi rock di era 90an. Kariernya berawal bergabung dengan beberapa band sebagai vokalis, hingga akhirnya ia bergabung dengan band Krakatau pada tahun 1985. Karirnya sebagai solois melejit ketika albumnya Lintas Melawai pada 1987 meledak di pasaran. Ia pun kemudian dikenal dengan lagu-lagu yang menjadi hits di eranya seperti “Ada Kamu”, “Aku Suka Kamu Suka” dan “Satu Kata” bersama band Adegan.

Awan Hitam Skena Folk

Baca juga:  Ibu Kartini di Dekade Musik Indonesia
Ari Malibu / Foto: The Secret Agents (Ameng dan Keke)

Selain Harry Mukti, Kabar duka melanda skena folk Indonesia, salah satu legendanya, Ari Malibu meninggal dunia Kamis (14/6/2018) malam takbiran sebelum Idul Fitri usai melawan penyakit kanker kerongkongan yang dideritanya sejak beberapa waktu lalu. Bersama Reda Gaudiamo, ia membentuk duo AriReda yang sukses dengan album-albumnya.