10 Album Indonesia Terbaik 2019 Versi Pop Hari Ini

• Jan 1, 2020

Simak resensi penuh albumnya di sini

 

6. Kurosuke – The Tales Of Roses & Wine

Sulit menolak kehadiran sosok Kurosuke dengan vokal baritonnya yang bernyanyi hangat. Selain vokal yang keren, The Tales juga menghadirkan musik up beat maupun bertempo lambat dan gloomy yang menarik untuk disimak. Dan semua hal itu tetap disajikan dengan sangat nikmat dan menawan melalui aransemen yang sangat berjodoh untuk menemani perjalanan dengan kendaraan di bawah lampu-lampu kota ini.

Simak resensi penuh albumnya di sini

 

7. Kimokal – Aries

Aries membawa warna baru bagi KimoKal, sebuah album yang menyajikan menu berupa letupan-letupan suara dan beragam dentuman di atas meja yang berbeda dari debut O yang cenderung mencari-cari kematangan karakter. Lewat keberanian dan kematangan songwriting serta produksi rekaman di Aries, Kimokal sudah memperlihatkan keutuhan jatidiri musiknya.

 

8. Ssslothhh – Celestial Verses 

Harus diakui, Celestial Verses adalah sebuah comeback yang sukses, sebuah album yang membuat bulu kuduk kami berdiri akibat segenap gagasan soal sound, aransemen yang ditawarkan band sludge metal asal Bandung ini. Menyimak setiap inci suasana musik mereka yang lebih emosional, tak terkecuali tarikan vokal yang berkarat ibarat naik pesawat terbang di atas bumi yang sedang kiamat. Terlalu sulit untuk dilukiskan, terlalu gila untuk dibayangkan.

 

9. Texpack – Spin Your Wheels

Lebih dari sebuah ‘guitar album‘ terbaik, Spin Your Wheels juga adalah album terbaik, album ini punya semuanya. Terlepas dari membicarakan pengaruh-pengaruh yang diraup kemudian dimuntahkan dalam songwriting dan notasi-notasi yang keren, Spin Your Wheels punya karakter matang yang membuat saya langsung menaruh lampu sorot.

Simak resensi penuh albumnya di sini

 

10. Made Mawut – Merdeka 100 % 

Koreksi jika saya salah, namun lirik blues Indonesia belum pernah terdengar sebegitu menarik ini. Bagaikan mendengar sang legenda Benyamin S. bernyanyi blues tentang keseharian dengan gitar dobro dan besi slide di tangan. Bisa puitis dan jenaka tapi namun tetap kritis. Dan yang terpenting, sangat soulful!

Simak resensi penuh albumnya di sini

 

Honorable Mention: Album Mini Yang Tidak Boleh Dilewatkan Di 2019
Tahun 2019 juga dihiasi dengan munculnya banyak album mini. Selalu ada alasan khusus mengapa para musisi ini lebih memilih mengeluarkan 4-6 lagu ketimbang album penuh. Apakah alasan unjuk perkenalan, kepentingan konseptual atau hanyalah jembatan kepada sesuatu yang menarik berikutnya. Berikut ini 5 album mini yang tidak boleh dilewatkan di tahun 2019.

 

1. Duara – Flights of Imagination

Apa yang membuat kami sebegitu kesengsemnya kepada Duara bukan karena ada sesuatu di musik mereka yang bagus yang menyegarkan. Terlebih dari itu, vokal menggoda perempuan di ujung mikrofon itu ditengarai menjadi biang keladinya. Belum dengan gagasan komposisi-komposisi yang celakanya, membuat kami setuju dan tersapu oleh keindahan melodi dan ragam emosi yang ditawarkan. Duara akan selalu bisa menjadi cinta pertama bagi siapa saja.

Simak resensi penuh albumnya di sini

 

2. Sir Dandy -Intermediate 

Menawarkan realita kehidupan sehari-hari yang apa adanya dan dibungkus dengan lirik humoris dan musik dengan liukan ke sana kemari. Uniknya, semua kombinasi itu justru membuat Sir Dandy mempunyai bahasa sendiri untuk menyampaikan isi kepalanya, menjadi sosok pengamat kehidupan perkotaan masa kini yang sudah berbalut internet dan teknologi. Plus, lewat Intermediate, vokalis Teenage Death Star ini telah sukses mengembalikan musik pada esensinya kalau bermain musik itu memang seharusnya fun.

Simak resensi penuhnya di sini

 

3. Pijar – Antologi Rasa

Trio paling produktif di 2019. Merilis 2 album mini OST film berjudul sama, Antologi Rasa dan Perpetual yang merupakan OST film Single Part 2. Keduanya dirilis di tahun 2019. Meskipun Perpetual juga menarik, tapi kami harus memberikan lampu sorot untuk Antologi Rasa. TItik di mana Pijar betul bersinar dengan lirik bahasa Indonesia yang puitis dan tidak murahan, serta kehadiran produser Randy Danishta (Nidji/Random Brothers) dan Nara Anindyaguna yang tepat di tiga album sebelumnya.

Eksplor konten lain Pophariini

SIVIA Merilis Lagu Hening dalam “Serene”

Memasuki pertengahan bulan keenam, SIVIA kembali hadir dengan single terbarunya, “Serene”. Ini merupakan single kedua menuju peluncuran mini album yang akan datang, setelah dibuka nomor pertama “Are You My Valentine?” pada Februari 2021 lalu. …

Perjalanan Panjang Basboi dalam Album Debutnya

Setelah melalui rangkaian single-single yang dilepas secara eceran di beberapa waktu ke belakang, akhirnya Basboi resmi menutup rangkaian tersebut dengan album debutnya, Adulting For Dummies. Resmi dilepas pada hari Jumat (18/06) ini, Basboi menyuguhkan …