Tangkapan Berbagai Konser Virtual di 2020

346
Tangkapan Berbagai Konser Virtual di 2020.

Kemeriahan yang tadinya paling dinanti berubah menjadi penantian yang tak berujung. Selama berbulan-bulan, penikmat musik akhirnya terus membiasakan diri menatap layar telefon genggam atau laptop mereka, demi mendapatkan hiburan musik baik di hari kerja atau akhir pekan. 

Siapapun tidak pernah membayangkan, apalagi menginginkan masa pandemi. Bukan hanya cerita penikmat musik yang haus tontonan musik secara langsung, para penyelenggara acara, artis, kru, dan semua yang terlibat di dunia hiburan melakoni banyak siasat untuk bertahan. Keadaan pandemi membuat siapapun harus mampu beradaptasi.

Konser musik di tahun 2020 tetap berjalan meskipun secara virtual. Para pelaku yang berada di lokasi syuting tak bosan-bosan diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan. Sementara itu, kegiatan para penonton musik adalah sibuk melakukan registrasi online untuk mendapatkan akses menonton. Adapula konser yang berbayar dengan harga tiket yang masih terjangkau. Paling tidak, slogan di rumah saja dibarengi kuota internet yang cukup.

Tak dapat dipungkiri, menonton konser virtual mungkin bisa lebih hemat waktu dan ongkos transportasi (ini berlaku juga bagi pemilik kendaraan pribadi yang membuang bensin di kemacetan). Sehemat-hematnya biaya, pengalaman yang akan diperoleh akan berbeda pula. 

Bagaimana orang-orang harus menahan rindu akan sebuah perjumpaan, rindu mendapat keberuntungan saat berpapasan bisa foto bareng dengan idola mereka di tempat acara. Inti dari semua itu, rindu untuk menonton musik yang nyata. Membayangkan lagu-lagu terdengar langsung dari pengeras suara segede alaihim atau kehujanan di area panggung outdoor. Keseruan yang selalu dinanti. 

Dapat dipastikan, festival musik yang terakhir digelar di Ibukota yaitu Java Jazz Festival. Terbilang menjadi yang terakhir karena detik di mana pemberitaan-pemberitaan tentang Corona mulai bermunculan. Bahkan, artis internasional di JJF ada yang terpaksa harus membatalkan kedatangan mereka.

Setiap melihat daftar artis-artis pengisi konser virtual selama 2020 lalu membuat lega sendiri. Artinya, kita masih bisa menyaksikan idola tetap rela menanggung risiko dan bersemangat menghibur. Beberapa nama yang rajin mengisi panggung musik antara lain Tuan Tigabelas, Danilla, dan Rayhan Noor (Yang juga anggota Lomba Sihir, band pendukung Hindia tiap kali manggung).

Tuan Tigabelas mengisi Flavs Virtual dan Synchronize Festival. Ia mengatakan kepada Pop Hari Ini (17/01) bahwa ia mengambil hikmah besar dari masa pandemi.

Tuan Tigabelas di Flavs Virtual. / Dok: Flavs.

“Di tahun 2019 gue banyak ngeluh karena capek, kadang pas lagi padat manggung. Nah, begitu masuk 2020 awal semua berhenti karena pandemi. Ga ada panggung sama sekali. Akhirnya, gue janji sama diri gue sendiri mulai hari itu ga akan pernah ngeluh lagi perihal kerjaan.”

Begitu konsep manggung berubah, Tuan Tigabelas sempat merasa aneh, tidak ada energi, dan mengeluh. Sampai ia berjanji sama diri sendiri agar bisa menikmati keadaan, menemukan cara untuk menikmati keadaan. 

“Gue mulai cari cara untuk nikmatin itu semua, mulai bikin konsep baru yang ga monoton, yang bisa berinteraksi secara virtual sama pendengar gue, dan ternyata virtual bisa jadi sangat intimate.”

Pemilik album Harimau Soematra ini mengubah sudut pandangnya. Ia bersyukur masih bisa menghibur orang banyak. Walau dengan eforia yang berbeda dari biasanya. Tuan Tigabelas berharap di tahun 2021 ia bisa kembali merasakan panggung on ground, melihat ekspresi orang-orang langsung yang baru disadari itu suatu momen yang mahal buat sekarang ini.

“Mungkin begitu ada panggung on ground pertama gue nanti, mudah-mudahan tahun ini. Bisa nangis kali gue saking senangnya,” jelas Tuan Tigabelas.

Sementara menurut Danilla, 2020 adalah tahun yang dramatis di sepanjang hidupnya. “Konser virtual selama 2020 ya. Itu menurutku konser yang apa ya. Sebetulnya sejauh ini sangat bisa mengobati rasa kangen. Tapi lebih banyak ke teman-teman bandnya, justru. Sama ke anak produksi karena kalau ke penonton sejujurnya justru energi mereka ketika live yang hilang dari konser virtual itu sendiri. Dan jauh lebih deg-degan yah. Soalnya, kadang jadi ada kayak ‘eh takut salah nih’ karena ada yang tapping, atau yang live atau depan kamera gitu. Jadi, kita dihadapkan sama alat-alat yang jarang kita temukan kalau live,” kata Danilla.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments