Kaleidoskop Musik Indonesia 2019 versi Pop Hari Ini

1288

 

D E S E M B E R

Mondo Gascaro yang Terbaik di FFI 2019

Mondo Gascaro di atas panggung malam anugerah Piala Citra FFI 2019 / dok. Mondo Gascaro.

Musisi Ramondo Gascoro atau Mondo Gascaro keluar sebagai Pemenang penghargaan dan membawa pulang Piala Citra Festival Film indonesia (FFI) 2019 dalam kategori Penata Musik Terbaik untuk film Kucumbu Tubuh Indahku. Musisi yang lebih akrab disapa Mondo ini berhasil mengalahkan beberapa nomine lain yang ada di kategori yang sama, di antaranya adalah Andhika Triyadi dalam Bumi Manusia, Andhika Triyadi dalam Dua Garis Biru, Aghi Narottama, Bemby Gusti, Tony Merle – Gundala, Lie Indra Perkasa – Bebas, dan Thoersi Argeswara – 27 Steps Of May.

 

Isyana dan Lexicon 

Isyana Sarasvati di perilisan album LEXICON / dok.Instagam/Isyanasarasvati

Setelah 2 tahun berlalu sejak album terakhirnya, Isyana Sarasvati kembali lagi dengan album yang bisa dibilang luar biasa. Bertajuk LEXICON, Isyana kembali memamerkan gaya khasnya dengan nuansa yang berbeda. Seperti unsur rock dan musik klasik yang begitu kental di album ini. Tidak sedikit yang menganggap bahwa LEXICON adalah puncak karya Isyana Sarasvati yang berani keluar dari zona nyamannya. Beberapa media menjadikan album ini satu dari deretan album terbaik di 2019.

Mengenal Sachiko, Pengarsip Video Musik Indonesia

Di bulan Desember ini, kami memperkenalkan sosok Sachiko Asada. Lahir di Nagoya, Aichi, Jepang. Sachiko sangat menyukai musik Indonesia—terutama pop dan jazz—hingga merekam dan mempublikasikan ribuan lagu pertunjukkan musik Indonesia di berbagai akun Youtube-nya, @senang0906. Tidak sedikit netizen yang menikmati beragam video yang ada di kanalnya tanpa tahu siapa sosok di balik dokumentasi-dokumentasi keren ini. Banyak atensi dari netizen tersebut yang disematkan di Instagram kami, sebagian besar baru ngeh bahwa sosok di balik video ini adalah orang Jepang.

 

Konser Mantra-Mantra yang Bermantra

Konser Kunto Aji bertajuk Mantra Mantra Live++ di Basket Halll Senayan sukses digelar dan menyisakan rasa yang campur aduk Ada tawa, tangis, suka, dan juga duka. Konser ini sekaligus menandai perayaan satu tahun dari album Mantra Mantra. Dibagi dalam 4 fase, Kunto Aji membawakan lagu-lagu dari album Mantra Mantra dan juga Generation Y. Bagi yang hadir, konser ini layaknya sebuah terapi. Kunto Aji menambahkan bahwa tidak hanya berusaha dari segi musik, namun juga visual dan warna juga memainkan perannya dalam menterapi para penonton yang hadir di Basket Hall Senayan pada malam itu.

_____