Kaleidospop Musik Indonesia 2020 versi Pop Hari Ini

595

Pandemi adalah satu kata yang menjadi tajuk utama ketika membicarakan tahun 2020. Fenomena ini menampar semua sendi kehidupan, termasuk industri musik.

Pandemi karena virus Covid-19 membuat semua musisi harus restart. Semua rencana-rencana yang sudah disusun di tahun sebelumnya, harus batal. Rilis album, launching, tur, konser, festival semua hancur lebur. Saat itu, industri musik seakan mati suri.

Namun ternyata pandemi punya cerita menariknya. Banyak musisi yang akhirnya putar otak dan menjalankan strategi baru yaitu: goin‘ digital. Meski kehilangan proses tukar energi, konser-konser musik tetap berjalan dan bisa dinikmati langsung beberapa inci dari layar smartphone kita. Goin‘ digital juga menyusup ke sendi-sendi konten yang lain, salah satunya adalah podcast/videocast.

Lewat Kaleidospop Musik Indonesia dalam tema besar PHI Kaleidospop 2020, Pop Hari Ini mencoba merangkum semua cerita seru, sedih dan senang seputar pandemi kepada pembaca setia sekalian. Inilah wajah Musik Indonesia 2020 dalam kenangan. Selamat menikmati.


 

Januari

kika: Akbar, Cholil, Poppie Efek Rumah Kaca di konser Jalan Enam Tiga, M Bloc Space, Selasa (21/1) / foto: Sheila

Pandemi belum muncul, berita tentang ditemukannya virus Covid-19 di Wuhan belumlah sampai ke telinga masyarakat Indonesia. Industri musik masih normal, konser-konser berjalan dengan baik. Beberapa konser seperti launching mini album Jalan Enam Tiga dari Efek Rumah Kaca di M Bloc, juga pertunjukan eksklusif Senyawa di Gudskul. Di Jogja, ada Jogja Noise Bombing yang keren abis. Endah N Rhesa rayakan perjalanan mereka dengan launching buku biografi mereka, semua masih aman dan normal. Beberapa festival besar seperti We The Fest dan Synchronize Fest bahkan telah mengumumkan penjualan tiketnya.

 

Februari

Oding Nasution Foto: Instagram.com/dion_momongan

Di bulan ini, tiga nama legendaris musik meninggalkan kita. Naniel, sang pencipta lagu Bento, Odink Nasution dari Guruh Gypsy dan Yanti Noor, personil Noor Bersaudara yang juga istri dari Chrisye. Di kancah sidestream, drummer Polyester Embassy, Givari Mustika Putra juga pergi meninggalkan kita karena sakit. Kabar gembiranya, Marion Jola diganjar 8 Kali platinum berkat debut albumnya, Marion. Sementara Stars and Rabbit yang baru saja merilis album barunya, Rainbow Aisle tur keliling Asia.

 

Maret

Grrrl Gang
Grrl Gang gemparkan M Bloc / foto: @grrrlgang (instagram)

Sejak Pemerintah menetapkan Wabah Corona Virus atau Covid-19 sebagai Bencana Nasional per 14 Maret silam, semua rencana ditunda, dari konser, tur dan agenda permusikan yang lainnya. Festival debut seperti Heads in the Clouds, agenda tahunan Record Store Day harus diundur. Grrrl Gang terpaksa batal ke festival bergengsi SxSW di Austin, meskipun mereka sempat menggelar ‘gig penyesalan’ nya di Oeang, M-Bloc satu hari sebelum tanggal 14 Maret. Selain Grrrl Gang, Kelompok Penerbang Roket adalah band yang beruntung masih mencicipi gig di M Bloc sebagai puncak tur mereka bersama sepatu Compass. The Adams ketiban malangnya, tur Agterplaas mereka terpaksa ditunda.

Akhir Maret, musisi praktis ‘dirumahkan’. Beberapa aktivitas mengisi waktu pun dilakukan, Indra Lesmana dengan jam session nya, Iwa K dan Ipank membuat konten video seru, tantangan Until Tomorrow yang seru.

 

April

Glenn Fredly
Almarhum Glenn Fredly dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Kamis (9/4) sore tadi / foto: dok @glennfredly309 (instagram)
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments