Kaleidospop Musik Indonesia 2020 versi Pop Hari Ini

958

Bulan Mei, duka tak henti-hentinya menimpa dunia musik tanah air. Untuk sobat ambyar, mereka harus rela kehilangan sang maestro campur sari kelahian Solo, Didi Kempot yang dipanggil yang mahakuasa.

Tak berselang lama, baladewa se-tanah air juga kehilangan sosok bassist handal, Erwin Prasetya. Eks personil Dewa 19 ini melengkapi daftar musisi yang wafat di tengah pandemi.

Kabar baiknya, pandemi tak menghilangkan semangat musisi untuk tetap merilis rekaman, baik single dan albumnya di tahun ini. Iga Massardi dengan “Krisis Hiburan”, Tulus dengan adaptasi yang ditulis dalam waktu 4 hari. Laleilmannino yang menggandeng Reza Chandika dan Rendha Rais, Romantic Echoes, Heruwa dan masih banyak lagi.

Dan ya, Mei ini mencatat album debut Nadin Amizah, Selamat Ulang Tahun yang menjadi salah satu album terbaik 2020 versi kami. Yang menarik lagi adalah Mardial, album barunya dengan moniker Mamang Kesbor, Album Terbaik di Tata Surya dirilis lewat situs ‘ehem-ehem’ alias Pornhub.

 

Juni

Irama Nusantara
Irama Nusantara tengah di ujung tanduk / dok. Irama Nusantara

Pandemi berujung kepada finansial yang morat marit. Musisi kehilangan sumber penghasilan karena beberapa acara musik yang resmi dibatalkan, begitu pun tempat pertunjukan, vendor soundsystem yang harus mengencangkan ikat pinggang karena kosongnya jadwal pertunjukan.

Yayasan non-profit seperti Irama Nusantara yang punya misi mulia pun harus bertemu keadaan pahit. Funding yang terhenti menyebabkan mereka menunda kegiatan mulianya.

Kenyataan pahit pun juga terasa di skena musik jazz tanah air ketika harus kehilangan maestronya, Benny Likumahuwa. Ia menambah daftar musisi yang tutup usia di kala pandemi, menyedihkan.

Sementara itu beberapa musisi mulai berstrategi, baik dalam mencari finansial maupun demi menjaga awareness-nya. Beberapa ramai bikin masker, ada yang membuat kopi demi membantu sesama musisi, tak sedikit yang membuat produk makanan.

Di lain pihak, rekaman-rekaman tetap dirilis. Pamungkas melahirkan Solipsism-nya, Romantic Echoes dengan Persembahan dari Masa Lalu, Laze dengan Puncak Janggal, album terbaru FSTVLST, dan masih banyak lagi.

 

Juli 2020

Sal Priadi
Di Soundstream nanti, Sal Priadi hadir dengan penampilan berbeda

Juli, titik cerah makin nampak dan bergulir. Beberapa konser festival yang bergeser virtual dibuat di bulan ini sebagai hasil kompromi musisi yang tetap manggung dengan mengesampingkan pertukaran energi dengan fans, namun setidaknya menjaga agar dapur tetap ngebul.  Konsep virtual ini juga dianut oleh band-band emerging, yang dengan kemampuan mereka dengan tujuan tetap menjaga hubungan dengan fans.

Baca juga:  Apa Itu Jazz? Panduan Sebelum Menonton Festival Jazz

 

Agustus 

Jason Ranti
laman depan jasontanti.com

Makin kesini, musisi seakan sudah bisa beradaptasi dengan keadaan pandemi yang menyedihkan ini. Langkah merilis rekaman tetap dilakukan, strategi virtual diambil dari  konser besar, showcase kecil, tips & tricks, termasuk di dalamnya membuat acara podcast mereka. Semua musisi mendadak menjadi interviewer, presenter dalam ruang kecil acaranya.

Yang menarik perlu dicatat adalah, Jason Ranti meluncurkan situs resmi untuk para fans woyo nya. Website ini akan berisi konten-konten spesial yang mungkin saja belum pernah dilihat sebelumnya oleh para fans.

 

September

Unit ska Waiting Room merilis debut albumnya secara digital dan fisik. Meski sudah tak aktif lagi, namun ini nampaknya langkah bagus dari label yang mencoba mengeruk awareness fans akan album-album klasik era 90-an. Di bulan-bulan selanjutnya, beberapa album klasik seperti Rumahsakit, Klarinet kembali dirilis ulang dalam format digital.

Bulan Oktober ini, .Feast membuka lembaran baru musik mereka dengan Uang Muka. Akhirnya para fans mereka bisa mendengarkan karya-karya baru dari .Feast seperti “Komodifikasi” dan “Belalang Sembah”.

Sementara unit rock progresif dari Bali, Rollfast melepas Garatuba, debut album yang nantinya akan menjadi album terbaik pilihan Pop Hari Ini.

 

Oktober

RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang mencuat pada Oktober ini menjadi tajuk utama. Sejumlah musisi dalam negri bereaksi keras terhadap keputusan Pemerintah dan wakil rakyat yang tergesa-gesa ini. Reaksi ini juga menjadi viral setelah KPop-er turut menyuarakannya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments